Menteri Jonan Suruh PLN Belajar ke Negeri China

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 10 Juli 2019
Menteri Jonan Suruh PLN Belajar ke Negeri China

Ignasius Jonan. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mendorong manajemen PT PLN mempelajari sistem jaringan kelistrikan di China, yang lebih efektif dan efisien sehingga mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan harga terjangkau.

"Teman-teman harus banyak belajar di sini. Kenapa? Di sini susut jaringannya sekitar 6 persen, sedangkan kita di sana 9,2 persen," ujarnya seusai mengikuti Forum Energi Indonesia-China (ICEF) ke-6 di Beijing, Selasa (9/7) malam.

Kehilangan energi dalam proses pengaliran energi listrik dari gardu induk ke pelanggan, atau yang disebut susut jaringan, itu mengakibatkan kerugian bagi PLN.

Ignasius Jonan. (Antaranews/Hanni Sofia)
Ignasius Jonan. (Antaranews/Hanni Sofia)

Baca Juga: Tarif Dasar Listrik Dikabarkan Naik, Jonan: Saya Enggak Pernah Tahu

Dengan susut jaringan yang hanya 6 persen, harga jual listrik di China kepada konsumen jauh lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia yang susut jaringannya mencapai 9,2 persen.

"Ini yang kita dorong. Kenapa kita tidak bisa? 'Lah wong' teknologi yang digunakan sama," kata mantan Menteri Perhubungan itu menambahkan.

Kalau susut jaringan di Indonesia turun tiga persen, dari 9 persen menjadi 6 persen, lanjut Jonan, tarif listrik di Indonesia bisa turun atau mungkin sama dengan di China yang terjangkau dan pasokannya lancar sehingga sangat jarang terjadi pemadaman seperti di Indonesia.

Menurut dia, kelistrikan di China menggunakan semua potensi energi yang ada, termasuk angin, panas bumi, nuklir, gas, dan batu bara. Meskipun memiliki produksi batu bara yang melimpah dan berkualitas dengan kadar kalori tinggi, China tetap mengimpornya dari Indonesia.

Baca Juga: Perkara Suap PLTU Riau-1, Ignasius Jonan Jelaskan Tupoksi Menteri ESDM ke KPK

"Produksi batu bara di China mencapai 3 miliar ton per tahun, tapi kebutuhannya 3,5 ton per tahun sehingga 500 ribu ton dari kita. Kita sendiri produksinya 600 ribu ton," ujarnya sebagaimana diberitakan Antara.

Namun dari segi kualitas, produk batu bara di Indonesia kalah dibandingkan dengan China karena struktur tanah di daratan Tiongkok tersebut lebih tua.

Dalam ICEF tersebut, Jonan juga berbicara mengenai kemungkinan mempelajari teknologi energi terbarukan yang lebih modern di China.

"Sistem 'grid' (jaringan listrik) kita banyak yang disebut belum 'smart grid' sehingga kalau menerima pembangkit 'renewable' (energi terbarukan) yang besar, seperti air, panas bumi, dan angin, kita 'gelagapan' karena memang sistem pengendalian transmisi distribusi kita tidak siap," kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Baca Juga: Kubu Prabowo Tuntut Jokowi Minta Maaf Korbankan Menteri Jonan

ICEF merupakan forum bilateral Indonesia-China yang digelar setiap dua tahun sekali. ICEF ke-5 digelar di Indonesia pada 2017. Pada ICEF tahun ini di Beijing, Indonesia mengirimkan sedikitnya 50 anggota delegasi dari Kementerian ESDM, PT PLN, PT PGN, PT Pertamina, dan lain sebagainya untuk bertemu dengan mitra-mitranya dari China pada 8-10 Juli 2019.

Seusai menghadiri ICEF, delegasi Indonesia yang dipimpin Jonan bertemu dengan sejumlah warga negara Indonesia di Wisma Duta KBRI Beijing untuk memberikan wawasan tentang energi nasional.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun, Kementerian ESDM memutar beberapa video tentang ketersediaan energi di seluruh pelosok Nusantara, diselingi tanya-jawab dengan Jonan.

"Saya sudah pernah bertemu dengan Dubes Tiongkok di Indonesia. Saya mendorong agar ada lulusan dari sini yang berkiprah di Indonesia karena sebelumnya banyak dari Barat dan Jepang," kata Jonan. (*)

Baca Juga: Janji Menteri Jonan Premium Tidak Langka Lagi

#PLN #Ignasius Jonan #Tarif Listrik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Tarif Listrik per kWh 24-31 Agustus 2026, Cek Harga Semua Golongan
Tarif listrik per kWh 24-31 Agustus 2026 tetap. Cek tarif listrik PLN terbaru untuk 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA hingga 6.600 VA ke atas.
ImanK - Senin, 24 Agustus 2026
Tarif Listrik per kWh 24-31 Agustus 2026, Cek Harga Semua Golongan
Indonesia
Promo HUT Ke-81 RI, PLN Pangkas Biaya Tambah Daya Listrik hingga 50 Persen
PLN menghadirkan promo Merdeka Daya dengan diskon 50 persen biaya tambah daya listrik. Simak periode promo, contoh harga, dan syaratnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Promo HUT Ke-81 RI, PLN Pangkas Biaya Tambah Daya Listrik hingga 50 Persen
Indonesia
Wilayah Labuan Bajo dan Maumere Terimbas Pemadaman Listrik Dampak Gempa NTT
Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan M7,0 - M7,7 dengan pusat 30 kilometer Timur Laut Mbay-Nagekeo-NTT pada kedalaman 10 Km dan telah dikeluarkan Peringatan Dini Tsunami.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Wilayah Labuan Bajo dan Maumere Terimbas Pemadaman Listrik Dampak Gempa NTT
Indonesia
Tarif Listrik PLN Agustus-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Cek Daftar Harga per kWh
Tarif listrik PLN selama Agustus-September 2026 dipastikan tidak naik. Hal ini menjadi kabar baik bagi pelanggan subsidi dan nonsubsidi.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
Tarif Listrik PLN Agustus-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Cek Daftar Harga per kWh
Berita
Cek Tarif Listrik PLN Agustus 2026 per kWh, Berlaku hingga September
Tarif listrik PLN 10-16 Agustus 2026 tidak naik dan tetap berlaku hingga September. Simak daftar tarif listrik PLN per kWh terbaru.
ImanK - Senin, 10 Agustus 2026
Cek Tarif Listrik PLN Agustus 2026 per kWh, Berlaku hingga September
Indonesia
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta PLN dan Pertamina memangkas anak perusahaannya.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Indonesia
PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Jakarta dan Tangsel, 600 Ribu Pelanggan Terdampak
PLN mengungkapkan penyebab mati lampu di Jakarta dan Tangsel pada Senin (3/8) pagi. Hal itu dikarenakan ada gangguan transmisi.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Jakarta dan Tangsel, 600 Ribu Pelanggan Terdampak
Indonesia
Gardu Induk Gandul-Cirendeu Biang Keladi Listrik Jaksel-Tangsel Mati Pagi Tadi
Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan padam Senin pagi akibat gangguan jalur Gandul–Cirendeu. PLN pulihkan bertahap hingga normal pukul 07.00 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Gardu Induk Gandul-Cirendeu Biang Keladi Listrik Jaksel-Tangsel Mati Pagi Tadi
Indonesia
PLN Pastikan Listrik di Kawasan Cirendeu dan Sekitarnya Sudah Pulih Total
Petugas PLN langsung bergerak cepat di lapangan untuk mengamankan jaringan dan mengurai gangguan secara bertahap
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
PLN Pastikan Listrik di Kawasan Cirendeu dan Sekitarnya Sudah Pulih Total
Indonesia
Listrik Bintaro Mendadak Mati, Warga Misuh-Misuh Ganggu Rutinitas Harian
Pemadaman listrik mendadak terjadi di Pondok Aren, Tangerang pada Senin (3/8) pagi. Gangguan berlangsung sejak pukul 05.00 WIB hingga 06.50 WIB dan meluas ke Bintaro, Ciputat, serta Serpong.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Listrik Bintaro Mendadak Mati, Warga Misuh-Misuh Ganggu Rutinitas Harian
Bagikan