Headline

Menristekdikti Berharap Masyarakat Kembangkan Ekonomi Berbasis Teknologi

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 25 Agustus 2019
 Menristekdikti Berharap Masyarakat Kembangkan Ekonomi Berbasis Teknologi

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir (Foto: setkab.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Teknologi memegang peranan penting dalam pelbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bidang ekonomi. Oleh karena itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengajak masyarakat untuk mengembangkan ekonomi yang berbasis teknologi.

Menurutnya, ekonomi rakyat yang berbasis teknologi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Baca Juga:

Menanti Tindakan Tegas M Nasir Terhadap Praktik Jual Beli Ijazah

Hal itu disampaikan saat mengunjungi pameran Research, Innovation, Technology (Ritech/Riset, Inovasi dan Teknologi) Expo 2019 dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Provinsi Bali, Minggu (25/8).

Menristekdikti Mohamad Nasir
Menristekdikti M Nasir (MP/Fredy Wansyah)

"Mudah-mudahan kalau ini semua bisa berjalan dengan baik maka ekonomi rakyat akan tumbuh berbasis teknologi bukan ekonomi tumbuh atas dasar biasa-biasa saja atau 'business as usual'," ujar Nasir.

Lebih lanjut, Kemristekdikti juga mendorong berbagai upaya untuk memasyarakatkan inovasi kepada seluruh elemen bangsa, termasuk melalui kerja sama dengan pendidikan tinggi, peneliti dan semua lembaga yang di bawah Kemristekdikti, juga kolaborasi dengan daerah.

Ia meyakini perkembangan hasil riset, inovasi dan teknologi akan semakin kondusif, apalagi dengan dukungan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek).

"Mudah-mudahan ini bisa mewadahi para inventor, karena di sana namanya ada litbang jirap (penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan) untuk menghasilkan inovasi dan invensi," katanya.

Baca Juga:

Menteri Nasir Desak Perguruan Tinggi Hapus Program Studi Penghasil Pengangguran

Nasir sebagaimana dilansir Antara menjelaskan penelitian bernilai ekonomis ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur.

"Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM (bahan bakar minyak). Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar AS atau Rp250 triliun," terang dia.

Berbagai hasil riset, teknologi dan inovasi yang ditampilkan dalam Ritech Expo 2019 berasal dari bidang pangan dan pertanian; kesehatan dan obat; transportasi; teknologi informasi dan komunikasi; energi; material maju; pertahanan dan keamanan; kemaritiman; penanggulangan bencana; serta pendidikan, seni, sosial dan budaya.(*)

Baca Juga:

Menteri Ristek Dikti Ingatkan Mahasiswa untuk Tidak Terjebak Politik Praktis

#M Nasir #Menristekdikti #Kemenristekdikti #Teknologi Informasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Kemendiktisaintek Ubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Ramal Lulusan Kampus Indonesia Makin Gampang Saingi Engineering Global
DPR mengingatkan agar pelaksanaan aturan tidak berjalan secara koersif atau memaksa
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Kemendiktisaintek Ubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Ramal Lulusan Kampus Indonesia Makin Gampang Saingi Engineering Global
Indonesia
Pemerintah Segera Luncurkan Peta Jalan Riset Indonesia, Fokus ke Kemapuan Teknologi
Kemampuan memproyeksikan teknologi menjadi penting agar riset yang dilakukan saat ini dapat memberikan manfaat pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Pemerintah Segera Luncurkan Peta Jalan Riset Indonesia, Fokus ke Kemapuan Teknologi
Indonesia
Tes Tahap II PPDB SMA Unggul Garuda Baru Digelar di 43 Lokasi, Ini Bocoran Materinya
Dari total 1.478 pendaftar yang telah dinyatakan lolos di tahap I, sebanyak 1.334 orang peserta hadir pada pelaksanaan tes yang dilaksanakan secara serentak di tiga zona waktu Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Tes Tahap II PPDB SMA Unggul Garuda Baru Digelar di 43 Lokasi, Ini Bocoran Materinya
Tekno
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Siri versi "Campos" akan memiliki akses penuh ke seluruh aplikasi utama Apple, mulai dari Mail, Musik, Podcast, hingga aplikasi pengembang Xcode
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Indonesia
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
kerja sama antarnegara di bidang pendidikan tinggi merupakan bagian dari kontribusi Indonesia terhadap pembangunan global yang inklusif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
Indonesia
Mendiktisaintek Siap Bantu Kepulangan Mahasiswa Indonesia di Harvard, Tunggu Keputusan Lanjut
Harvard mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebut tindakan pemerintah itu melanggar hukum dan berbahaya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
Mendiktisaintek Siap Bantu Kepulangan Mahasiswa Indonesia di Harvard, Tunggu Keputusan Lanjut
Indonesia
Revolusi Pertahanan! BRIN Gebrak Industri dengan Kecerdasan Buatan untuk Tingkatkan Keamanan Nasional
BRIN juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan material baru, seperti komposit yang ringan namun kuat
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 April 2025
Revolusi Pertahanan! BRIN Gebrak Industri dengan Kecerdasan Buatan untuk Tingkatkan Keamanan Nasional
Indonesia
Alasan Tidak Semua Dosen ASN Dapat Tunjangan Kinerja, Salah Satunya Beda Status Tempat Ngajar
Untuk dosen di bawah Kemendiktisaintek, terdapat dosen yang menerima fasilitas remunerasi bagi yang bekerja di PTN berbadan hukum (PTN-BH) dan sebagian PTN badan layanan umum (BLU).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 April 2025
Alasan Tidak Semua Dosen ASN Dapat Tunjangan Kinerja, Salah Satunya Beda Status Tempat Ngajar
Indonesia
120 Perguruan Tinggi Negeri Diminta Segera Tentukan Kelayakan Penerima KIP Kuliah Jalur SNBP
Pencairan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk semester genap tahun 2025 telah mencapai 83,5 persen, senilai total Rp 6.364.442.000.000,-.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Maret 2025
120 Perguruan Tinggi Negeri Diminta Segera Tentukan Kelayakan Penerima KIP Kuliah Jalur SNBP
Indonesia
Reshuffle Kabinet, Prabowo Dinilai Ingin Kurangi Kegaduhan dan Gimmick Politik
Masyarakat berharap bahwa reshuffle dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan didasarkan pada evaluasi kinerja yang objektif
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Februari 2025
Reshuffle Kabinet, Prabowo Dinilai Ingin Kurangi Kegaduhan dan Gimmick Politik
Bagikan