MerahPutih.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan peta jalan riset Indonesia 2045.
Selain peta jalan, kedua lembaga pemerintah ini akan juga meluncurkan agenda riset hingga 2029.
"Kita sudah sepakat tentang peta jalan riset Indonesia, yang insya Allah mungkin minggu depan akan kita luncurkan," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Selasa (21/4).
Arif menyebutkan, kedua dokumen tersebut akan menjadi acuan bersama dalam pengembangan riset nasional.
Baca juga:
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Dalam perkembangan riset nasional, ia menilai riset dasar dan riset terapan tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus berjalan beriringan.
Peran negara masih penting dalam mendorong riset, terutama karena kapasitas riset dan pengembangan (R&D) industri di Indonesia masih terbatas. Karena itu, negara hadir untuk memperkuat riset, baik untuk kebutuhan saat ini maupun jangka panjang.
Selain itu, BRIN memposisikan diri sebagai institusi yang melakukan forecasting teknologi ke depan.
"Kita harus membayangkan 2035 itu teknologi apa yang akan berkembang," ujarnya.
Arif memberi contoh bahwa dalam pengembangan teknologi baterai, diperlukan kemampuan memprediksi material yang akan digunakan di masa depan, apakah tetap berbasis nikel atau beralih ke material lain seperti grafena atau grafit.
Kemampuan memproyeksikan teknologi, lanjutnya, menjadi penting agar riset yang dilakukan saat ini dapat memberikan manfaat pada masa mendatang.
"Riset hari ini yang hasilnya kita rasakan pada 2035-2040, dan seterusnya," ungkapnya.