Menkumham Harapkan Masalah di Lapas Cepat Dideteksi
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (MP/Venansius Fortunatus)
MerahPutih.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengharapkan pada 2018 berbagai permasalahan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) bisa cepat dideteksi.
"Permasalahan di Lapas ini harus cepat dideteksi. SOP harus ditegakkan, penguatan SOP betul betul-betul dilaksanakan," kata Yasonna di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun 2017 Kementerian Hukum dan HAM di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (20/12).
Menurut Yasonna, penambahan sekitar 14 ribu sipir dari total sekitar 17 ribu orang yang telah lolos dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2017 bisa diharapkan berbagai permasalahan di Lapas.
"Januari sudah bekerja, ini kami berikan pelatihan-pelatihan dan kami beri orientasi. Kemudian melakukan 'assesment' kepada pimpinan-pimpinan Lapas terus orang-orang yang punya kepentingan tidak bagus menjadi catatan penilaian kembali dan kami harapkan 2018 tidak akan ada gejolak," katanya.
Selain itu, Yasonna juga menyoroti perihal kelebihan kapasitas yang masih akan menjadi fokus pihaknya pada 2018.
"Over capacity tetap menjadi catatan kami. Ada beberapa pendekatan bahwa dari segi membangun kami tidak mampu secara finansial," katanya.
Sebagai contoh, kata Yasonna, sekitar 2.000 orang masuk ke lapas per bulan atau sekitar 24 ribu orang per tahun.
Namun, kata dia, pihaknya hanya mampu menampung sekitar 5.000 orang dan 50 persennya berasal dari kasus narkoba.
"Coba bayangkan defisitnya sehingga over capacity itu satu hal yang sangat mengerikan dan yang mengerikannya lagi itu adalah 50 persen dari narkoba," ucapanya.
Oleh karena itu, kata dia, Kemenkumham mencoba untuk redistribusi tahanan dari lapas yang dianggap kelebihan kapasitas.
"Misalnya, dari Jakarta dan Jabar itu kami redistribusi ke Jateng karena Jateng masih kosong. Kalau dibiarin kayak gitu, tidak manusiawi sangat berbahaya rentan kericuhan kalau dari segi ilmu psikologi sosial kepadatan itu menciptakan agresivitas," kata Yasonna. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Narapidana Diduga Dipaksa Makan Daging Anjing, Kalapas di Sulut Dicopot
Sidang Etik Kalapas Enemawira Paksa Napi Makan Anjing Digelar di Jakarta, Statusnya Sudah Nonaktif
28 Pasien RS Pengayoman Cipinang Dievakuasi, Ditjenpas Sebut Awal Titik Api dari Gudang Logistik
LP Sragen Bongkar Penyelundupan Narkotika Libatkan Perempuan, Modusnya Besuk Tahanan
Menkum Teken SK Kepengurusan PPP Mardiono
Menkum Supratman: BP BUMN Berperan sebagai Regulator, Beda dengan BPI Danantara
Menkumham Tegaskan Pembentukan Kementerian Haji untuk Perkuat Sistem dan Jawab Kebutuhan Jutaan Calon Jemaah
1.300 narapidana Dibui di Penjara Super Maximum dan Maximum Security Nusakambang
375 Ribu Napi Dapat Remisi saat HUT ke-80 RI, Negara Hemat Pengeluaran untuk Uang Makan Sampai Rp 639 Miliar
Jenguk Suami di Lapas, Istri Nekat Selundupkan Paket Nasi Bungkus Isi Sabu