Menjaga Kemurnian Gen Ayam Pelung Melalui Kontes di Unpad

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 20 Oktober 2023
Menjaga Kemurnian Gen Ayam Pelung Melalui Kontes di Unpad

Unpad adakan kontes untuk menjaga kemurnian ayam pelung Jawa Barat. (Unsplash/Mufid Majnun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AYAM pelung merupakan salah satu kekayaan alam yang patut dilestarikan. Untuk itu, mahasiswa Kelompok Profesi Ternak Unggas (KPTU) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Kontes Ayam Pelung Piala Rektor Unpad 2023 di Plaza Fapet Unpad, Jatinangor, Minggu (15/10).

Bertema Senandung Budaya Pelung Nusantara, kontes ini mengadu sekitar 250 peserta dengan kategori suara, penampilan, dan bobot.

Baca Juga:

112 Ribu Mahasiswa Sudah Terlibat Dalam Program Kampus Mengajar

ayam
Bertema Senandung Budaya Pelung Nusantara, kontes ini mengadu sekitar 250 peserta dengan kategori suara, penampilan, dan bobot. (Unsplash/dzulkifli lantana)

Mahasiswa Kelompok Profesi Ternak Unggas (KPTU) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran menggelar Kontes Ayam Pelung Piala Rektor Unpad 2023 di Plaza Fapet Unpad, Jatinangor, Minggu (15/10/2023).

Bertema Senandung Budaya Pelung Nusantara, kontes ini melombakan sekitar 250 peserta dengan kategori suara, penampilan, dan bobot. Peserta bukan saja berasal dari Jawa Barat, tapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kontes ni sebagai salah satu solusi dan upaya tambahan untuk melestarikan keberadaan dan kemurnian ayam pelung sebagai salah satu cagar budaya Jawa Barat.

“Diharapkan, ayam pelung khas Jawa Barat ini tetap dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional,” kata ketua panitia Aghisna Septian Ibrahim.

Selain itu, kontes ini juga menjadi wadah yang mefasilitasi penggemar pelung untuk menyalurkan hobi dan menjadi wadah untuk pelestari budaya khas Pasundan.

Baca Juga:

Pekan Kebudayaan Nasional 2023, Lumbung sebagai Kekuatan Pendorong Kerja Budaya

ayam
Sinergi dilakukan sebagai awal langkah konsentrasi pengembangan penelitian mengenai ayam pelung di Fapet Unpad. (Unsplash/Muhammad Rosyid)

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Riset Indrawati Yudha mengatakan, kontes ini diharapkan menumbuhkan sinergi antara penggemar ayam pelung, akademisi, dan mahasiswa.

Untuk menjaga sumber daya genetika ayam pelung, sinergi dilakukan sebagai awal langkah konsentrasi pengembangan penelitian mengenai ayam pelung di Fapet Unpad.

Adapun untuk hasil kontes, pada kategori bobot, juara I diraih oleh Zimbo dengan bobot 6,95 kg, juara II diraih oleh Royal dengan bobot 6,785 kg, juara III diraih oleh Galuh dengan bobot 6,45 kg.

Untuk kategori penampilan, juara I di raih Baginda, juara II diraih Galanawa, dan juara III diraih Pesulap Merah. Untuk kategori suara, juara I1 diraih Rembo, juara II diraih Sadam, dan juara III diraih Jasa Prima. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Mahasiswa Unpad Kembangkan Hidrogel untuk Terapi Luka Bakar

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
ShowBiz
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health ini menyebut popularitas mempersingkat usia hingga 4,6 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
 Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Indonesia
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Brasil dan Indonesia sepakat bekerja sama di bidang ekonomi dan sains. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, berharap kerja sama ini bisa menguntungkan dua negara.
Soffi Amira - Kamis, 23 Oktober 2025
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Dunia
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Penemuan mereka berpotensi mengatasi beberapa masalah terbesar di planet ini, termasuk menangkap karbon dioksida untuk membantu mengatasi perubahan iklim dan mengurangi polusi plastik melalui pendekatan kimia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Oktober 2025
 Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Dunia
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Membuka jalan bagi lahirnya generasi baru komputer superkuat.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Lifestyle
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Temuan ini akan membantu ilmuwan mencari pengobatan baru bagi manusia.
Dwi Astarini - Jumat, 15 Agustus 2025
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Lifestyle
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Artropoda disebut menjadi sumber makanan penting bagi burung dan hewan yang lebih besar.??
Dwi Astarini - Kamis, 07 Agustus 2025
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Dunia
Arkeolog Temukan Bukti Penyintas Letusan Gunung Vesuvius Kembali Tinggal di Reruntuhan Pompeii
Pompeii setelah tahun 79 muncul kembali, bukan sebagai kota, melainkan sebagai kumpulan bangunan yang rapuh dan suram, semacam kamp.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Agustus 2025
Arkeolog Temukan Bukti Penyintas Letusan Gunung Vesuvius Kembali Tinggal di Reruntuhan Pompeii
Bagikan