Mengindari Bentrok Susulan Pelajar Tangerang Dipulangkan Lebih Awal

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Kamis, 09 Maret 2017
Mengindari Bentrok Susulan Pelajar Tangerang Dipulangkan Lebih Awal

Pelajar naik truk pasca bentrok ojek online dan sopir angkot. (MP/Rizky Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menyikapi adanya isu bakal terjadinya sweeping susulan yang bisa berpotensi rusuh oleh pengendara ojek online terhadap sopir angkot di wilayah Kota Tangerang, Kamis (9/3), sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. Hal ini untuk menjaga agar para siswa tidak mengalami kejadian pada hari Rabu (8/3) lalu.

Putri (15), salah seorang pelajar di SMK Negeri 1 Kota Tangerang mengatakan, ia dipulangkan lebih awal karena ada isu bakal terjadi sweeping pengendara ojek online terhadap sopir angkot.

"Katanya mau ada sweeping-sweeping gitu, makanya dipulangkan semua," ujar putri kepada merahputih.com.

Ia juga mengungkapkan, pasca aksi demo ratusan sopir angkot yang disusul dengan sweeping yang berujung bentrok kemarin, banyak pelajar 'kelimpungan' karena tidak ada angkot yang beroperasi. Akibatnya, terpaksa mereka pulang jalan kaki.

"Kemarin ada yang pulang sampai malam, soalnynya angkotnya demo. Bentrok katanya," ucap Putri.

Selain SMK Negeri 1 Kota Tangerang, beberapa sekolah di sekitarnya seperti SMP dan SMK PGRI juga dipulangkan lebih awal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang masih terus melakukan antisipsi terjadinya sweeping yang berpotensi terjadi bentrok susulan. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga membuat Posko pengaduan, baik untuk para pengendara ojek online maupun para sopir angkot. Hal ini bertujuan agar jika ada indikasi terjadinya 'gesekan' bisa dilakukan pencegahan lebih awal.

#Ojek Online #Polres Metro Tangerang #Kota Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Sejumlah pengemudi Ojek online (Ojol) melintasi Jalan Jenderal Gatot Subroto di Kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Indonesia
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Regulasi layanan pengantaran barang dan makanan jangan sampai justru menambah beban para mitra ojol.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Indonesia
Perpres Ojol Masukan Juga Aturan Pengiriman Makanan dan Barang
Pembahasan Perpres tentang ojek daring di tingkat kementerian telah selesai dan tinggal menunggu proses penandatanganan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Perpres Ojol Masukan Juga Aturan Pengiriman Makanan dan Barang
City Property
Ojol Masuk Kategori UMKM, Potongan Aplikator 8 Persen Jangan Kuat di Atas Kertas
Ketentuan pembagian pendapatan antara aplikator dan driver. Ia meminta ketentuan potongan sebesar 8 persen untuk aplikator dan 92 persen untuk driver benar-benar diterapkan di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Ojol Masuk Kategori UMKM, Potongan Aplikator 8 Persen Jangan Kuat di Atas Kertas
Indonesia
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Penyusunan regulasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan secepatnya agar status pelaku usaha bagi pengemudi ojol segera memiliki dasar hukum
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Indonesia
Jakarta Bakal Perbanyak Shelter Ojol, Beroperasi 24 Jam
Dengan hadirnya shelter di kawasan tersebut, Pramono pun meminta agar Dishub DKI memperbanyak shelter di titik-titik lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Jakarta Bakal Perbanyak Shelter Ojol, Beroperasi 24 Jam
Indonesia
Komisi Ojol Dipatok Maksimal 8 Persen, DPR Desak Pemerintah Susun Payung Hukum Permanen
Komisi V DPR akan terus mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut agar benar-benar diterapkan sesuai keputusan pemerintah. 

Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Komisi Ojol Dipatok Maksimal 8 Persen, DPR Desak Pemerintah Susun Payung Hukum Permanen
Indonesia
Potongan Aplikator 8 Persen, DPR Khawatir Pendapatan Ojol Ikut Turun
Pendapatannya turun karena si pengusahanya menurunkan tarif sehingga menjadi pendapatan kepada pengemudi ini turun
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
 Potongan Aplikator 8 Persen, DPR Khawatir Pendapatan Ojol Ikut Turun
Indonesia
Pemerintah Tegaskan Potongan Komisi Ojol 8 Persen pada 1 Juli Langsung Berlaku Tanpa Ada Tahap Uji Coba
Pertemuan intensif antara pihak aplikator, jajaran pimpinan DPR, serta Kementerian Perhubungan membuahkan kesepakatan bulat mengenai tenggat waktu pelaksanaan aturan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026
Pemerintah Tegaskan Potongan Komisi Ojol 8 Persen pada 1 Juli Langsung Berlaku Tanpa Ada Tahap Uji Coba
Indonesia
Belum Akan Diterapkan, Maxim Masih Kaji Kebijakan Pendapatan Aplikator 8 Persen
Perusahaan masih melakukan diskusi internal dan penelitian lebih lanjut terkait implementasi kebijakan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
Belum Akan Diterapkan, Maxim Masih Kaji Kebijakan Pendapatan Aplikator 8 Persen
Bagikan