Mengenal Patogen Zoonosis dan Kaitannya dengan Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Mengenal Patogen Zoonosis dan Kaitannya dengan Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius

Mengenal patogen Zoonosis. (Foto: unsplash/jan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - HANTAVIRUS kembali menjadi perhatian setelah laporan kasus di kapal pesiar MV Hondius yang melibatkan sejumlah penumpang dengan gejala pernapasan berat. Kasus tersebut menyoroti bagaimana penyakit zoonosis tetap menjadi ancaman kesehatan global, terutama ketika penanganan lingkungan dan pengawasan kesehatan tidak dilakukan secara optimal.

Peningkatan kasus penyakit yang berasal dari hewan membuat istilah patogen zoonosis semakin sering dibahas dalam dunia kesehatan. Salah satu penyakit yang kembali menjadi sorotan dan berkaitan erat dengan zoonosis yakni hantavirus, virus langka yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan dapat menyebabkan gangguan serius pada manusia.


Seperti disebutkan WHO, secara umum, patogen zoonosis adalah mikroorganisme penyebab penyakit, seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur, yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan, cairan tubuh, gigitan, makanan yang terkontaminasi, hingga paparan lingkungan yang telah tercemar. Penyakit yang muncul akibat perpindahan tersebut dikenal sebagai zoonosis.

Dalam beberapa dekade terakhir, zoonosis menjadi perhatian global karena banyak wabah besar berasal dari interaksi antara manusia dan hewan. Penyakit seperti flu burung, rabies, hingga COVID-19 merupakan contoh penyakit yang berkaitan dengan patogen zoonosis. Faktor seperti perubahan lingkungan, urbanisasi, perdagangan satwa liar, hingga meningkatnya populasi manusia membuat risiko penularan zoonosis semakin tinggi.

Baca juga:

Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus

Hantavirus ialah salah satu contoh nyata dari patogen zoonosis. Virus ini hidup pada hewan pengerat, terutama tikus, tanpa menyebabkan penyakit serius pada hewan tersebut. Namun, ketika virus berpindah ke manusia, dampaknya bisa sangat berbahaya. Penularan hantavirus umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang membawa virus. Risiko penularan meningkat di area dengan sanitasi buruk, ruang tertutup yang jarang dibersihkan, gudang, loteng, atau lingkungan dengan populasi tikus tinggi.


Hal yang membuat hantavirus berbahaya yakni gejalanya yang sering menyerupai flu biasa pada tahap awal. Penderitanya dapat mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh lemas. Namun, dalam beberapa hari, kondisi bisa berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat atau kerusakan ginjal, tergantung jenis hantavirus yang menginfeksi.
Salah satu bentuk paling serius yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru hingga memicu gagal napas. Ada juga Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan dapat menyebabkan perdarahan.


Para ahli menilai peningkatan kesadaran masyarakat terhadap zoonosis sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit serupa di masa depan. Pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menyimpan makanan dengan aman, dan menggunakan perlindungan saat membersihkan area yang terkontaminasi dapat membantu menurunkan risiko paparan hantavirus.

Selain itu, pendekatan kesehatan terpadu yang dikenal dengan konsep one health juga semakin ditekankan. Konsep ini melihat kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang berkaitan. Itu berarti pengendalian penyakit zoonosis tidak cukup hanya dilakukan di sektor kesehatan manusia, tetapi juga harus melibatkan pengawasan hewan dan pengelolaan lingkungan yang baik.


Hantavirus menjadi pengingat bahwa penyakit yang berasal dari hewan masih menjadi ancaman nyata. Memahami apa itu patogen zoonosis dan bagaimana cara penularannya menjadi langkah penting agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko penyakit yang dapat muncul dari lingkungan sekitar.(Far)

Baca juga:

WHO Soroti Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awal yang Sering Dikira Flu

#Kesehatan #Hantavirus #MV Hondius
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Dunia
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Venezuela melaporkan tiga kematian baru akibat hantavirus di Anzoategui dan dua kasus tambahan masih diselidiki.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Bagikan