Kesehatan

Mengenal Kaitan Stres dan Rambut Rontok

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 03 September 2022
Mengenal Kaitan Stres dan Rambut Rontok

Stres bsia dialami oleh siapapun. (Foto: pexels/kat smith)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RAMBUT rontok terjadi karena banyak faktor, salah satunya stres. Ketika kamu banyak pikiran, dampaknya bisa berpengaruh terhadap kelebatan rambut kamu.

Mengalami kerontokan rambut sebenarnya hal wajar. Menurut Academy of American Dermatology (AAD), rata-rata orang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap harinya. Ya, menemukan helai rambut kamu di tutup saluran pembuangan air dan sisir ialah hal biasa.

Baca Juga:

Mengenal Hair-Pulling Disorder, Gangguan Psikologis saat Alami Stres

Namun, apabila kamu menemukan gumpalan rambut yang lebih besar di sarung bantal kamu, boleh jadi tandanya kamu sedang stres. Kondisi ini disebut dengan telogen effluvium (rambut rontok mendadak). Kondisi ini umum terjadi karena stres.

Terlalu sering stres bisa menyebabkan rambut mengalami kerontokan. (Foto: Pexels/Alexander Dummer)

Namun, biasanya butuh waktu yang lama untuk seseorang menyadari bahwa dirinya mengalami telogen effluvium. Salah satu contoh telogen Effluvium yaitu seorang ibu yang baru dapat melihat peningkatan kerontokan dua bulan setelah peristiwa fisiologi seperti melahirkan.

Stres dapat mengejutkan tubuh dan memengaruhi banyak sekali proses internal. Hal tersebut bisa menyebabkan rambut berada di fase anagerm (fase tumbuh) dan tiba-tiba memicu ke tahap telogen (istirahat dan tidak aktif). Kemudian, ada jenis kerontokan lain yang perlu kamu ketahui, yaitu Alopecia Areata, yaitu jenis kerontokan rambut yang sering dikaitkan dengan stres. Namun, jenis kerontokan rambut ini tidak ada kaitan langsung seperti telogen effluvium.

Baca Juga:

Sifat Khas Tanda Awal Gangguan Kepribadian Ambang

Bagi beberapa orang, stres bisa memicu alopecia areata yang sebenarnya merupakan gangguan sistem kekebalan. Saat kondisi ini terjadi, sistem kekebalan tubuh kamu akan menyerang folikel rambut sebagai benda asing. Hal tersebut bisa menyebabkan peradangan pada folikel rambut.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi stres. (Foto: Pexels/Amin Sujan)

Untuk membantu pertumbuhan pada rambut, konsumsi suplemen dengan biotin. Tidak hanya itu, kamu juga perlu menggunakan produk yang mengandung ekstrak palmetto yang dikenal bisa membantu kesehatan rambut. Namun, apabila masalah kerontokan kamu tidak kunjung usai, ada baiknya untuk mengunjungi dokter kulit khusus pada gangguan rambut.

Kemudian ada beberapa cara untuk mencegah stres seperti yoga, meditasi, menggunakan aromaterapi lavender, mengonsumsi teh chamomile sebelum tidur, dan melakukan perawatan diri. Semua hal tersebut bisa membantu kamu dalam memperlambat gelombang stres pada otak kamu. (yos)

Baca Juga:

Jangan Hakimi Orang Ingin Bunuh Diri

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan