Sains

Mengenal Fenomena Aphelion di Juli ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Juli 2023
Mengenal Fenomena Aphelion di Juli ini

Di Juli 2023 ini, Bumi berada pada posisi yang unik terhadap Matahari.(foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI Juli 2023 ini Bumi berada pada posisi yang unik terhadap Matahari. Seperti dikabarkanTimeanddate, posisi tersebut dinamakan fenomena aphelion. Aphelion merupakan titik dalam orbit suatu objek saat objek tersebut berjarak terjauh dari Matahari.

Sementara itu, titik dalam orbit dengan objek berjarak terdekat dari Matahari disebut perihelion. Kata aphelion berasal dari bahasa Yunani apo yang berarti menjauh, terpisah, dan helios. Ini adalah apoapsis dari suatu objek dalam Tata Surya.

BACA JUGA:

Fenomena Aphelion Membuat Suhu Bumi Lebih Dingin?

Orbit Bumi mencapai aphelion sekitar 3 Juli, saat Bumi berjarak sekira 94,5 juta mil atau 152,1 juta kilometer dari Matahari. Karena adanya kalender Gregorian, bisa saja terjadi perbedaan satu atau dua hari.

tata surya

Orbit Bumi memiliki aphelion sekitar tanggal 3 Juli, saat Bumi berjarak sekira 94,5 juta mil atau 152,1 juta kilometer dari Matahari.(foto: freepik/rawpixels)

Bentuk jalur edar Bumi mengelilingi Matahari bervariasi karena pengaruh gravitasi dari objek-objek planet lainnya, terutama bulan. Setiap 100 ribu tahun, jalur orbit Bumi berubah dari hampir lingkaran menjadi elips. Perbedaan bentuk orbit Bumi dari lingkaran sempurna dikenal sebagai eksentrisitas. Nilai eksentrisitas 0 mengindikasikan orbit yang berupa lingkaran, sedangkan nilai antara 0 dan 1 menggambarkan orbit elips.

Variasi eksentrisitas orbit Bumi, tanggal saat Bumi mencapai perihelion atau aphelionnya tidak tetap. Pada 1246, Titik Balik Matahari terjadi pada Desember bertepatan dengan saat Bumi mencapai perihelionnya. Sejak itu, tanggal perihelion dan aphelion telah bergeser satu hari setiap 58 tahun.

BACA JUGA:

Jangan Termakan Hoaks Tentang Aphelion, Ini Faktanya

Dalam jangka pendek, tanggal dapat bervariasi hingga dua hari dari satu tahun ke tahun lainnya. Ahli matematika dan astronom memperkirakan bahwa pada 6430, lebih dari 4.000 tahun dari sekarang, perihelion akan bertepatan dengan ekuinoks Maret.

Ada dua ekuinoks setiap tahun, satu di Maret dan kedua di September. Pada Maret, Matahari melintasi ekuator dari selatan ke utara.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, berikut jadwal fenomena aphelion dan perihelion jika dilihat dari Indonesia:

- Tahun 2023

Tanggal Perihelion: 4 Januari 2023, Jarak: 147.098.925 km

Tanggal Aphelion: 7 Juli 2023 Jarak: 152.093.251 km.

- Tahun 2024

Tanggal Perihelion: 3 Januari 2024, Jarak: 147.100.632 km

Tanggal Aphelion: 5 Juli 2024, Jarak: 152.099.968 km.

- Tahun 2025

Tanggal Perihelion: 4 Januari 2025, Jarak: 147.103.686 km

Tanggal Aphelion: 4 Juli 2025, Jarak: 152.087.738 km.

- Tahun 2026

Tanggal Perihelion: 4 Januari 2026, Jarak: 147.099.894 km

Tanggal Aphelion: 7 Juli 2026, Jarak: 152.087.774 km.

- Tahun 2027

Tanggal Perihelion: 3 Januari 2027, Jarak: 147.104.592 km

Tanggal Aphelion: 5 Juli 2027, Jarak: 152.100.481 km.(dgs)

BACA JUGA:

Virgin Galactic Mulai Perjalanan Luar Angkasa Bulan Depan

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan