Sains

Mengawetkan Mayat bukan Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Mumifikasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 15 Juni 2023
Mengawetkan Mayat bukan Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Mumifikasi

Mumi bukanlah bertujuan mengawetkan mayat, melainkan membimbing almarhum menuju keilahian.(foto: Manchester Museum)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TELAH lama dipercaya bahwa orang Mesir Kuno melakukan mumifikasi untuk mengawetkan tubuh setelah kematian. Namun, peneliti dari Inggris membantah hal tersebut dan menyebut teknik penguburan yang rumit ini merupakan cara untuk membimbing almarhum menuju keilahian.


Seperti dikabarkan Livescience, peneliti Manchester Museum dari University of Manchester, Inggris, menyoroti kesalahpahaman umum tentang mumifikasi bagi orang Mesir Kuno. Pemahaman baru tentang tujuan mumifikasi membantah banyak hal yang telah diajarkan kepada siswa tentang mumi.

BACA JUGA:

Mumi Usia 2 ribu Tahun Ditemukan di Tempat Sampah


“Idenya ialah mengawetkan ikan untuk dimakan di masa mendatang. Jadi mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan pada tubuh manusia sama dengan perlakuan terhadap ikan,” kata kurator Museum Mesir dan Sudan Campbell Price, dikutip Livescience. Ia mengungkapkan kesalahpahaman itu sebagai ide yang dipimpin Barat dan dimulai dari para peneliti era Victoria. Para peneliti tersebut salah menentukan bahwa orang Mesir Kuno mengawetkan mayat dengan cara yang sama seperti mengawetkan ikan karena kedua proses tersebut menggunakan bahan yang serupa, yaitu garam.

mumi
Bahan utama dalam mumifikasi bukan garam, melainkan natron. (foto: Manchester Museum)


Namun, bahan utama yang digunakan pada mumifikasi bukanlah garam yang digunakan untuk mengawetkan ikan yang ditangkap, melainkan natron yang terdiri dari campuran natrium karbonat, natrium bikarbonat, natrium klorida, dan natrium sulfat. Zat itu mudah ditemukan di sekitar dasar danau dekat Sungai Nil. “Kita juga tahu bahwa natron digunakan dalam ritual kuil dan diterapkan pada patung dewa untuk pembersihan,” kata Price.

BACA JUGA:

Pria Peru Bawa Mumi dalam Tas



“Lihatlah kemenyan dan mur ada dalam kisah Kekristenan tentang Yesus dan merupakan hadiah dari tiga orang bijak. Dalam sejarah Mesir Kuno, kami telah menemukan bahwa itu juga merupakan hadiah yang pantas untuk dewa,” kata Price. Ia menjelaskan lebih lanjut, kata 'dupa' dalam bahasa Mesir yakni 'senetjer’ dan secara harfiah berarti membuat ilahi. Membakar dupa di kuil dilakukan dengan anggapan kuil merupakan tempat dewa dan membuat ruangan menjadi lebih ilahi. "Akan tetapi, jika kamu menggunakan resin dupa pada tubuh, kamu membuat tubuh ilahi dan menjadi makhluk yang saleh," imbuhnya.

Mumi
Membakar dupa di kuil untuk membuat ruangan menjadi lebih ilahi.(foto: pexels-miguel á padriñán)


Arkeolog sering menemukan mumi ditempatkan dengan sarkofagus yang menunjukkan rupa almarhum. “Dalam bahasa Inggris, topeng adalah sesuatu yang dapat mengaburkan identitas, potret mengungkapkan identitas. Objek, panel, dan topeng itu memberikan gambaran ideal pada bentuk ilahi,” kata Price.(vca)

BACA JUGA:

Peneliti di Jepang Ungkap Misteri Mumi Putri Duyung

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan