Mendagri Sebut Kop Des Merah Putih Solusi Serap Hasil Pertanian Lokal dan Jaga Ketahanan Pangan Desa

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 07 Maret 2025
Mendagri Sebut Kop Des Merah Putih Solusi Serap Hasil Pertanian Lokal dan Jaga Ketahanan Pangan Desa

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menyerap hasil produksi pertanian lokal dan menyimpan stok sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.

Mendagri menjelaskan bahwa koperasi akan berperan sebagai 'offtaker', yaitu pembeli hasil produksi pangan petani, yang kemudian akan dijual dengan harga terjangkau tanpa melalui perantara atau tengkulak yang berpotensi menaikkan margin harga secara signifikan.

"Apa tugas koperasi ini? Salah satunya adalah membeli. Ada 'cool storage' untuk menyimpan. Ada gudang, gerai-gerai, apotek, dan lain-lain. Jadi, ini adalah sistem 'one-stop solution'," kata Mendagri Tito dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3).

Baca juga:

UU Minerba Direvisi, 20 Koperasi Ajukan Izin Kelola Tambang Migas

Ia menjelaskan bahwa saat ini harga sejumlah bahan pangan seperti beras, telur ayam, daging ayam, dan daging sapi cukup stabil di tingkat konsumen karena produksi yang mencukupi kebutuhan.

Sebagai contoh, stok beras cadangan pemerintah yang dikelola Bulog saat ini mencapai lebih dari satu juta ton, melebihi rata-rata stok sebesar 300 ribu-400 ribu ton.

Namun, Tito menekankan bahwa harga yang terjangkau ini tidak boleh turun terlalu rendah karena dapat menyebabkan inflasi dan kesulitan bagi petani serta nelayan dalam menutupi biaya produksi.

"Sekarang, bagaimana menjaga agar stok ini terserap dengan harga wajar? Jangan harganya jatuh. Salah satu caranya adalah dengan membentuk koperasi di setiap desa, Koperasi Merah Putih," katanya.

Baca juga:

Menilik KPBS Pangalengan Koperasi Peternak Sapi Perah yang Kian Modern

Tito menambahkan bahwa koperasi perlu dibentuk di semua desa agar harga pangan yang dijual kepada konsumen sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) pemerintah, sementara petani atau produsen juga mendapatkan keuntungan karena hasil pertanian diserap dengan harga yang wajar saat pasokan melimpah.

Pembentukan Kop Des Merah Putih diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp5 miliar per desa, sehingga memerlukan dukungan modal awal dari Himpunan Bank Negara (Himbara).

Kop Des Merah Putih rencananya akan dibangun di 70 ribu hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia. Sebagai langkah awal, saat ini terdapat 64 ribu gabungan kelompok tani (gapoktan) yang siap bertransformasi menjadi koperasi.

#Menteri Dalam Negeri #Tito Karnavian #Koperasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Koperasi Merah Putih Masuk RUU Perkoperasian
RUU Perkoperasian juga akan mengatur pembentukan lembaga yang menyelenggarakan perizinan, pengaturan, dan pengawasan usaha simpan pinjam koperasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Koperasi Merah Putih Masuk RUU Perkoperasian
Indonesia
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Pemerintah mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan disiapkan untuk mendukung swasembada pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Indonesia
CAT Seleksi Pegawai Koperasi Merah Putih Dikeluhkan, Peserta Cuma Diminta Memberi Jeda
BKN mengimbau peserta tetap tenang dan tidak melakukan klik jawaban secara berulang karena setiap jawaban yang disimpan sudah otomatis masuk ke pangkalan data sistem.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
CAT Seleksi Pegawai Koperasi Merah Putih Dikeluhkan, Peserta Cuma Diminta Memberi Jeda
Indonesia
Mendagri Tito Perintahkan Pemda Beri Insentif Pajak untuk Mobil dan Motor Listrik
Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan gubernur memberi insentif pajak kendaraan listrik berupa pembebasan atau pengurangan PKB dan BBNKB.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Mendagri Tito Perintahkan Pemda Beri Insentif Pajak untuk Mobil dan Motor Listrik
Indonesia
Mendagri Tito Perintahkan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Keluarkan Instruksi Nasional
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menginstruksikan gubernur di seluruh daerah untuk membebaskan pajak kendaraan listrik.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Mendagri Tito Perintahkan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Keluarkan Instruksi Nasional
Indonesia
30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Urus Operasional, Tanggung Jawab Tetap Dipengurus
Kemenkop saat ini tengah menyiapkan skema kerja sama antara pengurus dan manajer untuk memastikan hubungan kerja berjalan jelas dan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola koperasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 April 2026
30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Urus Operasional, Tanggung Jawab Tetap Dipengurus
Indonesia
DPR Minta Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Transparan
Posisi manajer Kopdes sangat strategis sehingga harus diisi individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengelola koperasi.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
DPR Minta Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Transparan
Indonesia
Pemerintah Tegaskan tak Ada Jalur 'Ordal' Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah menutup ruang bagi calon pelamar yang ingin masuk melalui koneksi pihak tertentu atau jalur tidak resmi lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Pemerintah Tegaskan tak Ada Jalur 'Ordal' Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia
Semua Lulusan D3-S1 Yuk Merapat! Link dan Cara Daftar Lowongan Manajer Koperasi Merah Putih
Pendaftaran dibuka hingga 24 April mendatang, hanya bisa dilakukan melalui kanal resmi https://phtc.panselnas.go.id.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
Semua Lulusan D3-S1 Yuk Merapat! Link dan Cara Daftar Lowongan Manajer Koperasi Merah Putih
Indonesia
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Mendagri: Yang Milih Siapa?
Mantan Kapolri itu menilai pilkada langsung belum tentu menjamin terpilihnya sosok pemimpin yang memiliki kualitas baik dan integritas tinggi.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Mendagri: Yang Milih Siapa?
Bagikan