Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mendag Budi Susanto Akui MINYAKITA masih Dijual di Atas HET

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
Mendag Budi Susanto Akui MINYAKITA masih Dijual di Atas HET

Mendag Busan Ajak Masyarakat tak hanya Beli MINYAKITA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAPUTIH.COM - PEMERINTAH melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memantau perkembangan harga dan pasokan bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag menjelang Ramadan dan Lebaran. Masyarakat dapat mengakses sistem ini melalui tautan https://sp2kp.kemendag.go.id/.

Berdasarkan data SP2KP per 13 Februari 2026, secara rata-rata nasional, harga sejumlah komoditas relatif terkendali menjelang Ramadan. Sebagai contoh harga daging sapi sebesar
Rp 133.618/kg dan bawang putih Rp 36.875/kg.

Sementara itu, harga MINYAKITA secara nasional tercatat Rp 16.020/liter. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan sebelumnya yang ada di kisaran Rp 16.800/liter meskipun masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700/liter.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menyampaikan tren penurunan ini merupakan sinyal positif setelah penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

"MINYAKITA hari ini harganya Rp 16.020/liter, HET-nya Rp 15.700/liter. Sebelum Permendag Nomor 43 Tahun 2025 terbit, rata-rata harganya Rp 16.800. Sekarang sudah mengalami penurunan," ujar Mendag Busan, Rabu (18/2).

Baca juga:

HET Minyakita Rp 15.700, di Pasar Dijual di Atas Harga Eceran Tertinggi Capai 17.089 Per Liter



Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang secara rata-rata nasional relatif tinggi di atas harga acuan (HA), seperti daging ayam ras Rp 40.259/kg (HA Rp 40.000/kg) dan telur ayam ras Rp 30.570/kg (HA Rp 30.000/kg).

Meski demikian, pemerintah memastikan akan terus memantau dan berkoordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi. "Kami bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan cukup dan distribusi berjalan lancar. Jika ada kenaikan harga di wilayah tertentu, kami telusuri penyebabnya, baik karena distribusi maupun peningkatan permintaan," tegas Mendag.

Terkait dengan kenaikan harga cabai rawit, Mendag Busan menjelaskan pemerintah telah berkoordinasi dengan asosiasi petani. Menurutnya, faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi, menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi relatif tersedia.

Menteri Busan menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan asosiasi petani. Secara produksi, ketersediaan sebenarnya mencukupi. "Namun, curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus menyebabkan distribusi terganggu sehingga berdampak pada pergerakan harga. Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan pasokan kembali lancar," pungkasnya.(Asp)


Baca juga:

Pola Lama Spekulan Pangan Kembali Terulang, DPR Desak Satgas Pangan Sikat Habis Penimbun

#Minyakita #Menteri Perdagangan #Stok Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Dirut Bulog Sidak Pabrik Minyakita yang Berbau Solar, tak Ada Toleransi bagi Produk di Bawah Standar
Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas sehingga produk MinyaKita.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Dirut Bulog Sidak Pabrik Minyakita yang Berbau Solar, tak Ada Toleransi bagi Produk di Bawah Standar
Indonesia
Akhirnya, Produsen Tarik Kembali 100 Ton Liter Minyakita Bau Solar di Soloraya
PT Kusuma Mukti Remaja menarik 182.500 liter Minyakita berbau solar di Soloraya. Produk diganti baru, investigasi kontaminasi masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Akhirnya, Produsen Tarik Kembali 100 Ton Liter Minyakita Bau Solar di Soloraya
Indonesia
MinyaKita Bantuan Pangan Berbau Solar, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi
Penyelidikan dilakukan secara proaktif meski hingga kini belum ada laporan resmi dari masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
MinyaKita Bantuan Pangan Berbau Solar, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi
Indonesia
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Proses pemeriksaan tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum, sedangkan Kementerian Perdagangan menyerahkan penindakan kepada aparat sesuai kewenangannya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Indonesia
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Minyak goreng yang diterima berwarna pekat bau mirip solar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Indonesia
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Pemkab Klaten langsung melakukan penindakan dengan menarik Minyakita tersebut agar tidak dipakai warga.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Indonesia
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berada dalam posisi kuat di sektor pangan. Ia mengungkap Australia dan sejumlah negara lain meminta pasokan pupuk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Indonesia
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Pemerintah memutuskan harga MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Daya beli masyarakat tetap dijaga meski harga minyak sawit dunia naik.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Indonesia
Kemendag Sidak, Harga Jual Minyakita di Pasar Palmerah Mendadak Normal
Pelaku usaha wajib mematuhi aturan pelabelan dan harga yang telah ditetapkan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Kemendag Sidak, Harga Jual Minyakita di Pasar Palmerah Mendadak Normal
Bagikan