Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Membawa Bekal ke Sekolah Bikin Anak lebih Fokus Belajar

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 Juli 2019
Membawa Bekal ke Sekolah Bikin Anak lebih Fokus Belajar

Anak yang menyantap bekal lebih bersinar di kelas. (foto: pixabay/startupstockphotos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANGTUA yang sibuk kerap memilih memberikan uang jajan kepada anak ketimbang meluangkan waktu untuk menyiapkan bekal sehat. Padahal, jajanan di sekolah belum tentu sehat dan bersih. Beberapa bahkan mengandung bahan yang tidak seharusnya berada di dalam makanan. Selain itu, cara menyimpan makanan dan penyajiannya pun jauh dari standar kebersihan.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan POM mencanangkan Hari Membawa Bekal Nasional, pada 12 April, sejak 2013. Gerakan itu juga bertujuan mengurangi kebiasaan jajan sembarangan pada anak.

Baca juga:

Orangtua, Anak yang Membawa Bekal Ternyata Lebih Eksis dalam Menyerap Pelajaran

Enggak cuma itu, bekal makan siang yang sehat dapat memberikan pemenuhan zat gizi anak dan mendukung pembentukan pola hidup sehat pada anak. Berikut manfaat membawakan bekal kepada anak sekolah yang wajib diketahui orangtua.

1. Dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan anak

lunch box
Makan siang amat penting buat pemenuhan energi dan gizi anak. (foto: pixabay/eunyiulle)

Penting bagi anak untuk memperoleh makan siang yang sehat karena makan siang dapat memenuhi 1/3 kebutuhan kalori anak. Anak yang sudah terbiasa menerima makan siang yang sehat memiliki asupan zat gizi yang lebih tinggi ketimbang anak yang tidak mengasup makan siang yang sehat.

Baca juga:

Bekal ke Sekolah Menjamin Kecukupan Gizi Anak

Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan banyak zat gizi penting, seperti protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsium. Dengan membawakan bekal ke sekolah, orangtua membantu anak untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut.

Kresikan saja bekal makan siang yang sehat dengan kandungan karbohidrat (nasi, mi, roti, roti gandum, dan pasta), sayuran, protein (daging, telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan), produk susu (keju atau yogurt), buah-buahan, dan selalu bawakan air atau susu untuk anak.

2. Membantu mengontrol asupan anak setiap hari

lunchbox
Bawakan bekal dengan isian yang beragam. (foto: lunchboxinc)

Karena orangtua yang mengkreasikan bekal anak, orangtua dapat mengatur makanan apa saja yang harus dibawa dan dimakan anak sebagai bekal. Dengan cara seperti itu, kamu bisa tahu makanan apa saja yang dimakan anak, termasuk mengontrol asupan lemaknya. Secara tidak langsung, kamu juga dapat mencegah anak dari obesitas.

American Heart Association merekomendasikan anak mengasup lemak sebesar 25%-35% dari total kalori per hari, terutama jenis lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. Lemak jenis itu bisa kamu dapatkan dari berbagai kacang-kacangan, ikan, dan minyak nabati.

Sebaiknya, masukkan makanan itu dalam menu bekal anak. Makanan itu dapat mendukung pertumbuhan anak, membantu memenuhi kebutuhan gizinya, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung anak.

Bawakan juga bekal dengan makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Makanan itu dapat membuat anak kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebih pada anak.

3. Meningkatkan energi sehingga anak fokus dalam pelajaran di kelas

children
Dengan makan siang bekal dari rumah, anak-anak lebih baik dalam belajar. (foto: corinthia)


Anak membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas di sekolah, terutama untuk belajar. Anak yang tidak makan siang ternyata lebih sulit berkonsentrasi di sekolah. Selain itu, mereka juga lebih mungkin untuk jajan makanan ringan yang tidak sehat dan tidak mengenyangkan.

Baca juga:

Bekal Sehat ke Sekolah Jaga Tumbuh Kembang Anak

Membawa bekal makanan untuk makan siang di sekolah dapat menyediakan energi cukup bagi anak untuk melakukan seluruh aktivitas di sekolah maupun setelah pulang sekolah.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of School Health pada 2008 menyebut anak sekolah yang makan sayuran, buah-buahan, protein, dan sedikit kalori dari lemak mempunyai performa yang baik dalam tes aksara ketimbang anak yang mempunyai asupan lemak dan garam yang tinggi. Itu berarti anak yang membawa dan makan bekal dari rumah lebih eksis dalam belajar.(*)

#Hari Pertama Sekolah #Bekal Sekolah #Anak Sekolah #Makanan Sehat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Indonesia
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan penyebab fenomena tersebut sebelum menentukan langkah penanganan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Indonesia
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Hasil survei penelitian IYCTC mendapati 99 persen iklan rokok luar ruang di Jakarta terpasang dalam radius 500 meter dari sekolah, melanggar PP Nomor 28 Tahun 2024 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Indonesia
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Komisi V DPR minta target 2027 ditingkatkan jadi 10.000 rpoyek jembatan demi akses dan keselamatan masyarakat pelosok.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah secara tegas mengatakan informasi tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Indonesia
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Melalui integrasi PAUD ke dalam skema wajib belajar, target besar pemerintah adalah menciptakan pemerataan kualitas pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia demi menyambut generasi emas
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Indonesia
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Presiden menuturkan ratusan jembatan itu dibangun untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana dan wilayah-wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Indonesia
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Hingga saat ini, sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Plus Khadijah Islamic School dan SMK Cyber Media telah membuktikan efektivitas program ini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Bagikan