Memahami Skor Kualitas Udara
Jakarta masih menempati urutan teratas dalam daftar kota utama dunia dengan kualitas udara terburuk. (freepik/rawpixels)
KUALITAS udara di Jakarta memang mengahawatirkan. Langit Jakarta kalau dilihat abu abu tak berwarna dan menyeramkan bagai film sains fiksi. Tentu dengan burukya kualitas udara di Jakarta dampak kesehatan adalah langsung yang dialami oleh warganya.
Kualitas udara di Jakarta kemudian dicatat dengan angka-angka yang menunjukan skor kualitas udara mulai dari yang baik hingga buruk.
Baca Juga:
Untuk mengukur kualitas udara di berbagai wilayah di Indonesia, pemerintah telah menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: KEP 45/MENLH/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.
Saat ini, cara pengecekan kualitas udara cukup melalui website seperti iqair.com ataupun lewat beberapa apilikasi dari ponsel pintar seperti: AirVisual, UdaraKita, atau AirLief yang sudah bisa diunduh melalui Google Apps atau Apple Store.
Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan dalam website-nya bawah ada beberapa kategori udara dinilai dari baik hingga beberbahaya.
Skor 1-50 (baik)
Pada rentang skor antara 1 sampai 50, udara dikatakan baik dan sehat, tidak menimbulkan efek negatif bagi manusia hewan dan tumbuhan. Dalam kondisi ini kamu bisa menjelani hari tanpa ada pencemaran.
Skor 51-100 (sedang)
Pada rentang skor ini, udara masih dalam keadaan yang normal dan tidak mengancam kesehatan. Hanya saja pada kondisi ini sangat sensitif bagi beberapa tumbuhan.
Baca Juga:
Skor 101-200 (tidak sehat)
Pada kondisi ini, kualitas udara sudah mulai tidak sehat untuk dihirup. Disarankan menggunakan masker untuk menjalani aktivitas di luar ruangan. Pada kondisi ini, udara juga tidak sehat bagi hewan dan tumbuhan.
Skor 201-300 (sangat tidak sehat)
Pada kondisi ini, udara sudah sangat tidak sehat bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Dalam kondisi ini, disarankan jangan sering-sering keluar rumah tetap berada di dalam rumah untuk menghindari polusi yang membahayakan tubuh.
Skor 300+ (berbahaya)
Pada kondisi ini, udara sudah tidak layak dihirup. Menurut generali.co.id, pada kondsi ini setiap orang berisiko tinggi mengalami iritasi parah dan efek kesehatan sangat buruk yang dapat memicu penyakit kardiovaskular dan pernapasan.
Jika dilihat pada peta di IQAir, kondisi di Jabotetabek pada tanggal 15 September rata-rata adalah 100 hingga 195. Dengan kondisi ini sebaiknya menggunakan masker dan jangan terlalu banyak beraktivitas di luar. Gunakanlah kendaraan umum untuk mengurangi polusi. (aqb)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya