Memaafkan Diri Sendiri Bukan Soal Mudah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Mei 2021
Memaafkan Diri Sendiri Bukan Soal Mudah

Memaafkan diri sendiri penting untuk dilakukan. (Foto: Unsplash/giulia-bertelli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMAAFKAN tidak selalu mudah. Bukan sekadar perkataan maaf atau chat di aplikasi pesan, ketika seseorang melukai perasaanmu, dibutuhkan kedewasaan dan kekuatan besar untuk mengesampingkan ego. Hingga akhirnya kamu dapat menerima permintaan maaf. Tapi, bagaimana jika yang perlu kamu maafkan adalah dirimu sendiri?

Ya, kamu perlu memaafkan diri sendiri atas berbagai hal atau keputusan 'berbahaya', bahkan hal merugikan (krusial) yang pernah kamu lakukan. Entah itu keputusan ceroboh, perkataan yang menyakiti perasaan, komentar bodoh di media sosial, atau hal apapun.

Baca juga:

Sulitnya Meminta Maaf

Mungkin kamu bisa meminta maaf secara tulus pada orang lain untuk suatu masalah, terlebih di momen Idul Fitri saat semua orang saling memaafkan. Namun, perasaan bersalah pada diri sendiri bisa saja membayangi dan menghantuimu seumur hidup. Bagaimana mengatasinya? Para ahli memberikan alasan mengapa itu menjadi penting dan bagaimana cara untuk memaafkan diri sendiri.

1. Lakukan pendekatan pada diri sendiri layaknya sahabat

Bermaafan dengan Diri Sendiri, Ini Kiatnya
Temukan akar masalah dengan merefleksikan diri sendiri. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

“Ketika telah melakukan sesuatu yang berada di luar zona kenyamanan moral kita, seringkali kita mulai menyalahkan diri sendiri tentang hal itu, ini sebenarnya tidak membantu. Jadi kita harus banyak berlatih menyayangi diri sendiri,” jelas seorang ahli relasi Emily Jamea Ph.D. seperti dilansir dari laman Self.

Ketika sahabatmu menelepon setelah putus cinta dan mulai mengatakan hal-hal buruk tentang diri mereka, kemudian kamu berusaha memberikan pengertian untuk lebih mencintai diri sendiri. Mungkinkah kita melakukan hal serupa untuk diri kita? “Pertanyaan itu dapat membantu menciptakan sedikit perspektif dan melembutkan perasaan negatif yang mungkin kita miliki terhadap diri kita sendiri,” kata Dr. Jamea.

Cobalah memandang (refleksi) diri sendiri seolah-olah kamu adalah anak kecil. Idenya adalah untuk ‘melunakkan’ hati terhadap kesalahanmu. Perlu diingat, manusia tak akan luput dari kesalahan. Ada perbedaan antara mengatakan, "Apa yang saya lakukan sangat buruk" dan "Saya buruk".

2. Tulis dan kemukakan kesalahanmu

Bermaafan dengan Diri Sendiri, Ini Kiatnya
Menuliskan dan menyatakan masalah yang pernah diperbuat membantu proses memaafkan diri sendiri. (Foto: Pixabay/geralt)

Ketika kamu melakukan sesuatu kesalahan pada satu periode hidup, kamu mungkin dihantui rasa bersalah cukup lama, mungkin menggaggumu seumur hidup. Hal tersebut kemudian bisa mengarahkanmu pada rasa malu, pikiran-pikiran buruk, atau bahkan menyangkal efek tindakan itu.

Tuliskanlah apa akar permasalahannya, bahkan jika itu tidak bagus. Lalu diskusikan kesalahan itu dengan orang nonjudgemental yang kamu percaya. Kamu harus dapat mengakuinya dan mengatakan bahwa itu berdampak padamu atau orang lain dengan cara yang tidak kamu inginkan, seperti pengakuan dosa atau sesi sharing yang sering kita lihat dalam film barat.

Sebenarnya itu penting, jika kita tidak dapat menyebutkan apa yang telah kita lakukan, akan sulit untuk mengubah apalagi memaafkannya. Kuncinya adalah melakukan apa pun yang membantumu mengakuinya. Ingat, semua kesalahan ada asal muasalnya.

Baca juga:

Minta Maaf Sehatkan Tubuh

3. Coba untuk menebus dengan berkomitmen

Bermaafan dengan Diri Sendiri, Ini Kiatnya
Meski berat, dibutuhkan komitmen untuk bisa memaafkan diri sendiri. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, cobalah untuk menebus kesalahan. Bukan untuk menghukum diri sendiri, melainkan menjadi lebih baik ke depan. "Sebuah perbaikan membutuhkan permintaan maaf selangkah lebih maju," kata Dr. Jamea. “Ini adalah tanggung jawab atas apa yang kamu lakukan dan komitmen untuk melakukan hal yang berbeda (lebih baik) di masa depan,” tambahnya.

4. Ingat, memaafkan diri sendiri adalah proses

Bermaafan dengan Diri Sendiri, Ini Kiatnya
Memaafkan diri sendiri adalah proses sepanjang hidup. (Foto: Pixabay/mirojam)

Salah satu alasan mengapa memaafkan diri sendiri bisa terasa begitu samar adalah karena itu bukan urusan satu kali, melainkan proses. Ini tidak semudah seperti berkaca di cermin dan mengatakan maaf. “Memaafkan adalah proses aktif, dan itu membutuhkan pengulangan,” jelas Dr. Jamea.

Ini mungkin bukan satu-satunya cara yang dibutuhkan untuk melepaskan dendam yang kamu punya terhadap diri sendiri. “Memaafkan bukanlah sebuah pintu, bayangkan itu sebagai sesuatu yang kamu lakukan seiring waktu,” tambahnya.

Seperti yang sudah dijelaskan, memaafkan adalah sebuah proses dan perjalanan dalam hidup. Kadang kata maaf bisa menyelesaikan masalah, tapi dengan memaafkan diri sendiri kamu mungkin bisa menuntaskan itu. (adp)

Baca juga:

Begini Cara Minta Maaf ke Orang Tua

#Mei Negeri Aing Maaf-maafan #Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Bagikan