Kesehatan

Minta Maaf Sehatkan Tubuh

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Mei 2021
Minta Maaf Sehatkan Tubuh

Meminta maaf bermanfaat bagi kesehatan fisik. (foto: unsplash/brett jordan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMAAFKAN baik untuk kesehatan mental. Banyak yang mengamini hal itu. Namun, ternyata lebih daripada itu, meminta maaf bisa amat baik untuk kesehatan tubuh kamu loh.

Saat kesalahan menjadi menumpuk sekian lama, tak jarang hal tersebut malah memberikan pengaruh pada hubungan dengan orang yang disakiti. Sayangnya, banyak yang memilih untuk melupakan dan memendam perasaan bersalah dalam hati.

BACA JUGA:

Profesi Paling Sering 'Minta Maaf', dari Kasir Minimarket sampai Polantas

Psikolog klinis di Morris Psychological Group Daniel Watter, PhD mengatakan permintaan maaf dapat memberikan efek yang negatif atau positif, bergantung pada cara seseorang saat melakukannya.

Jika tidak dilakukan dengan tulus, itu berarti seseorang masih memiliki berbagai emosi negatif di dalam hati. Perasaan itu tak menghilang dan bahkan dapat dilampiaskan dalam bentuk amarah. Bahkan, bila sudah terlalu pelik, hal itu bisa menyebabkan depresi atau gangguan kecemasan.

Dalam waktu yang lama, amarah yang mengambil alih dapat berdampak buruk pada sistem saraf yang akan menghambat seseorang untuk berpikir jernih. Selain itu, emosi negatif juga dapat memicu beberapa kondisi yang terkait dengan stres, seperti penyakit jantung atau nyeri otot.

sorry
Memendam emosi negatif bisa amat melelahkan. (foto: unsplash/vitolda kleinn)

Padahal, ketika meminta maaf dengan tulus dan benar-benar menyadari kesalahan, kamu akan merasa lebih lega dan tak lagi menahan emosi negatif.

Pada studi yang dilakukan pada 2014, seperti dilansir Hellosehat, sebanyak 337 peserta yang meminta maaf terlebih dahulu saat ada konflik dengan pasangannya berhasil menurunkan tingkat kemarahan yang mereka rasakan.

maaf
Meminta dan memberi maaf sama bermanfaat. (foto: felix-koutchinski/unsplash)

Manfaat meminta maaf ternyata dirasakan kedua belah pihak, yang bersalah dan yang dimintai maaf. Studi lain yang dilakukan pada 2002 menunjukkan efek yang baik pada korban kesalahan saat membayangkan menerima permintaan maaf dari orang yang menyakiti hati mereka.

Efek tersebut berupa perlambatan detak jantung, penurunan tekanan darah dan tingkat keringat, serta penurunan tekanan yang dirasakan pada wajah.(dwi)

#Kesehatan #Mei Negeri Aing Maaf-maafan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan