Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Ingin Generasi Milenial Mencintai Wayang

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 28 Januari 2018
Megawati Ingin Generasi Milenial Mencintai Wayang

Pagelaran Wayang di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1). (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyayangkan minimnya minat generasi muda terhadap kesenian budaya bangsa, khususnya wayang. Padahal, kata dia, dalam pagelaran wayang sangat sarat dengan simbolisasi pesan moral bagi bangsa.

Untuk itu, presiden kelima RI ini sangat mendorong jika anak muda, kaum milenial berinovasi menghadirkan wayang dalam teknologi.

"Sayangnya saya belum pernah lihat wayang dihadirkan di teknologi gadget seperti film. Kalau sudah ada, tentunya mungkin bioskop sepi," kata Megawati saat menghadiri pertunjukkan kesenian wayang kulit di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).

Putri Sang Proklamator itu pun membandingkan bagaimana antusiasnya masyarakat saat ayahnya, Bung Karno acap menggelar pertunjukan wayang saat masih berkuasa.

"Saya masih ingat sampai meluber ada yang duduk dilantai sampai pagar. Ini budaya kita yang harus dilestarikan," ucap dia.

Lebih lanjut, Megawati menilai, wayang tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan dalam menyampaikan pesan moral. Lebih dari itu, wayang terbukti pernah dijadikan sarana menyebarkan Islam di Pulau Jawa.

"Sunan Kalijaga menggunakan wayang untuk memasukkan Islam ke Pulau Jawa, bukti sejarahnya di Demak sampai tempat beliau dimakamkan di Kadilangu, Jawa Tengah," tambahnya.

Sebagai bangsa yang berbudaya, Mega pun mengingatkan untuk terus mempertahankan keunikannya.

"Kita lihat orang asing datang menonton karena di sana tidak ada, ingat jangan sampai lupa dengan budaya Indonesia yang indah ini," tandasnya. (Asp)

#Megawati Soekarnoputri #PDIP #Wayang #Milenial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
 Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Menyebut sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis, tapi polanya sering kali memiliki irama yang senada (rhyme).
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Gugatan tersebut diajukan setelah pihaknya terlebih dahulu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan