Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati: Anak Muda Indonesia Harus Punya Fighting Spirit

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 07 Januari 2020
 Megawati: Anak Muda Indonesia Harus Punya Fighting Spirit

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapannya agar anak-anak muda Indonesia tak sedih alias mellow bila cita-citanya belum kesampaian. Menurutnya, bila terus berusaha, akan ada saja jalan baru untuk terus berprestasi dan menggapai cita-cita tersebut.

Megawati mengaku dirinya tak asal bicara. Sebagai putri proklamator RI, mantan presiden, dan kini memimpin parpol terbesar di Indonesia, jalan Megawati ternyata tak pernah mulus-mulus saja.

Baca Juga:

Kisah Kuliah Megawati dan Sembilan Gelar Doktor Honoris Causa

Di tengah rangkaian aktivitasnya di Jepang sebelum menerima gelar doktor kehormatan dari Soka University pada Rabu (8/1), Megawati berkisah bahwa ternyata dirinya bercita-cita menjadi seorang peneliti.

Megawati mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Soka University, Tokyo, Jepang
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan dari Soka University, Tokyo, Jepang (Foto: Dok DPP PDIP)

"Saya sebetulnya ingin menjadi peneliti, makanya saya ambil jurusan pertanian," kata Megawati.

Kampusnya adalah Universitas Padjajaran Bandung. Namun karena kondisi sosial politik dengan munculnya rezim Orde Baru, Megawati tak sampai selesai mengarungi pendidikannya di sana.

Namun cita-cita sebagai peneliti itu tak padam. Berikutnya dia berkesempatan kembali ke kampus dan kali ini memilih jurusan psikologi di Unversitas Indonesia. Dan kembali studi itu tak selesai.

"Setelah keadaan mulai membaik saya masuk lagi ke Universitas Indonesia ambil fakultas psikologi," kata Megawati.

Walau tak menyelesaikan studinya, Megawati mengaku tak berhenti mengasah kemampuan penelitiannya. Namun jurusannya kini lebih meluas dan universitasnya adalah kehidupan itu sendiri. Dan terbukti Megawati kini mampu menjadi salah satu perempuan berpengaruhi di dunia dan diakui oleh berbagai belahan dunia. Tak mengherankan berbagai kampus di dunia memberinya gelar doktor kehormatan.

"Sebetulnya, inginnya disitu (bidang pertanian dan psikologi, red) bisa menjadi peneliti. Tapi rupanya ya lain lagi. Saya peneliti politik lah sekarang. Jadi ya begitulah. Tapi poin saya, seringkali anak muda saya lihat putus asa. Terus apa ya, kalau sekarang anak muda bilang 'mellow; ya. Lah kenapa ya mesti begitu?" kata Presiden RI Kelima itu.

Baca Juga:

Megawati Ungkap Perjuangannya Bangun BMKG, Ternyata Berawal dari Gus Dur

"Harusnya punya fighting spirit. Itu yang harus ada, karena keberhasilan pasti ada sepanjang harapan masih ada," tandasnya.

Sesuai jadwal, Megawati Soekarnoputri bakal memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) lagi. Kali ini adalah Universitas Soka di Tokyo, Jepang yang akan memberikan gelar doktor kehormatan untuk Presiden Kelima RI itu.

Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto Soka University Tokyo menganugerahkan gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan untuk Megawati.(Pon)

Baca Juga:

Pernyataan Keras Megawati kepada Pengusung Khilafah: Jangan Rusak Negara Ini!

#Megawati Soekarnoputri #Ketua Umum PDIP #Doktor Kehormatan #PDI Perjuangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Indonesia
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Megawati membandingkan pengorbanan masa muda Xanana Gusmao yang dipanggil 'Maun Xanana' dengan ayahnya sendiri, Bung Karno, yang harus menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Indonesia
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Megawati Soekarnoputri menerima Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Presiden José Ramos-Horta memuji perannya dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Indonesia
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Menteri Keuangan Purbaya menerima gelar Profesor Kehormatan bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China, pengakuan atas kontribusinya di sektor ekonomi
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Bagikan