Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP
MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, pada Rabu (4/2) waktu setempat.
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).
Dalam pertemuan tersebut, Megawati tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ketua DPP PDIP bidang Agama (non-aktif) yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengungkapkan bahwa Putri Proklamator RI tersebut menjelaskan secara terbuka mengenai persahabatannya dengan Presiden Prabowo.
Baca juga:
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
"Dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya," ujar Zuhairi menirukan ucapan Megawati.
Keakraban kedua tokoh bangsa tersebut tergambar dari sapaan akrab yang mereka gunakan sehari-hari.
"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan 'Mas'. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan 'Mbak'. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," lanjut Megawati dalam pemaparannya kepada Pangeran Khaled UEA.
Meski memiliki hubungan personal yang sangat baik, Megawati menegaskan kepada Putra Mahkota bahwa secara sikap politik kepartaian, PDIP tetap teguh berada di luar kabinet.
Megawati menyebut posisi ini sebagai "penyeimbang".
"Meskipun demikian, Ibu Megawati menambahkan bahwa secara politik, PDIP memilih sebagai penyeimbang dan berada di luar pemerintahan," jelas Zuhairi.
Megawati menekankan bahwa posisi di luar pemerintahan diambil untuk menjaga mekanisme check and balance demi kepentingan rakyat.
"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaanya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," tegas Megawati.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan pencerahan mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia meluruskan bahwa dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, terminologi "oposisi" tidaklah tepat.
"Kami menganut sistem presidensiil, yang tidak mengenal oposisi dan koalisi. Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dianut dalam sistem parlementer," terang Megawati.
Mendengar penjelasan komprehensif dari tokoh senior politik Indonesia tersebut, Putra Mahkota Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan respons positif.
Ia menyimak dengan saksama dan menghormati sikap politik yang diambil oleh Megawati dan partainya.
"Kami dapat memahami penjelasan Yang Mulia Ibu Megawati," ujar Putra Mahkota UAE merespons penjelasan tersebut.
Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo; istri Prananda Prabowo, Nancy Prananda; Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjayanto. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
PKB Kenalkan Seluruh Pengurus Daerah ke Presiden Prabowo di Istana
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Pemerintah Siapkan Pendanaan Gentenisasi, Tidak Andalkan APBN dan APBD
Prabowo Ingin Rumah Pakai Genteng Bukan Seng, Kemenperin Sebut Produksi Sudah Siap
Presiden Prabowo Adakan Pertemuan Dengan Ormas Islam, Bahas Dewan Perdamaian
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF