Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi

Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, pada Rabu (4/2) waktu setempat.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

Dalam pertemuan tersebut, Megawati tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ketua DPP PDIP bidang Agama (non-aktif) yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengungkapkan bahwa Putri Proklamator RI tersebut menjelaskan secara terbuka mengenai persahabatannya dengan Presiden Prabowo.

Baca juga:

Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah

"Dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya," ujar Zuhairi menirukan ucapan Megawati.

Keakraban kedua tokoh bangsa tersebut tergambar dari sapaan akrab yang mereka gunakan sehari-hari.

"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan 'Mas'. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan 'Mbak'. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," lanjut Megawati dalam pemaparannya kepada Pangeran Khaled UEA.

Meski memiliki hubungan personal yang sangat baik, Megawati menegaskan kepada Putra Mahkota bahwa secara sikap politik kepartaian, PDIP tetap teguh berada di luar kabinet.

Megawati menyebut posisi ini sebagai "penyeimbang".

"Meskipun demikian, Ibu Megawati menambahkan bahwa secara politik, PDIP memilih sebagai penyeimbang dan berada di luar pemerintahan," jelas Zuhairi.

Megawati menekankan bahwa posisi di luar pemerintahan diambil untuk menjaga mekanisme check and balance demi kepentingan rakyat.

"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaanya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," tegas Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan pencerahan mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia meluruskan bahwa dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, terminologi "oposisi" tidaklah tepat.

"Kami menganut sistem presidensiil, yang tidak mengenal oposisi dan koalisi. Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dianut dalam sistem parlementer," terang Megawati.

Mendengar penjelasan komprehensif dari tokoh senior politik Indonesia tersebut, Putra Mahkota Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan respons positif.

Ia menyimak dengan saksama dan menghormati sikap politik yang diambil oleh Megawati dan partainya.

"Kami dapat memahami penjelasan Yang Mulia Ibu Megawati," ujar Putra Mahkota UAE merespons penjelasan tersebut.

Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo; istri Prananda Prabowo, Nancy Prananda; Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjayanto. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #Prabowo #Abu Dhabi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Indonesia
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Zulhas mengatakan kebersamaan tersebut bukan semata-mata didasarkan pada kalkulasi politik atau keinginan untuk berada dalam pemerintahan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Presiden juga memerintahkan pimpinan-pimpinan daerah segera mencabut peraturan daerah yang membuka ruang adanya pembakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Indonesia
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Aktivitas investasi tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Indonesia
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Kepentingan negara harus ditempatkan di atas hubungan pribadi maupun kepentingan kelompok.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Kebutuhan pangan dan energi menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Indonesia
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Prabowo mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar masyarakat masih belum seluruhnya terpenuhi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran ke daerah dan desa
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Bagikan