Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menghadiri diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026, Kamis (5/2). Foto: Dok. PDIP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah mengikuti rangkaian agenda Zayed Award 2026, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan harapan soal dunia yang lebih baik.

Harapan tersebut disampaikan Megawati, setelah menghadiri diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Kamis (5/2) waktu setempat.

Megawati menekankan pentingnya pergerakan kolektif yang lebih masif untuk menjamin masa depan generasi penerus. Menurutnya, desain masa depan dunia harus mulai dirancang secara serius sejak saat ini.

"Dan saya sangat merasa dan saya mengatakan bahwa seharusnya kita lebih baik, lebih banyak bergerak untuk masa depan anak-anak kita. Sudah mulai harus dirancang dari saat sekarang ini," ujar Megawati.

Baca juga:

Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi

Melalui diskusi global tersebut, Megawati mengungkapkan, bahwa salah satu topik yang paling menonjol adalah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Megawati mengakui manfaat teknologi tersebut, tetapi ia juga menyuarakan kekhawatiran mendalam jika AI dibiarkan tanpa payung hukum yang melindungi kemanusiaan.

"Bagus, tetapi yang sangat dikhawatirkan kalau tidak ada sebuah perlindungan yang nyata, tentunya artinya itu harus melalui masalah hukum, maka takutnya itu malah bisa menjadi merusak," tegasnya.

Ia memberikan contoh konkret mengenai bahaya manipulasi digital, di mana teknologi kini mampu merekayasa visual dan suara seseorang (deepfake) dengan sangat mudah.

Baca juga:

Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang harus bertanggung jawab jika terjadi penyalahgunaan.

"Sebagai contoh, kan umpamanya siapa yang akan bertanggung jawab kalau ada sebuah... sekarang gampang sekali artificial kan? Jadi ternyata dipikir ada orang A itu yang berbicara padahal tidak," jelasnya.

Merespons potensi ancaman tersebut, Megawati mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap proaktif.

Ia meminta PBB melihat situasi ini secara serius dan segera merumuskan hukum internasional yang dapat mengatur cara kerja AI agar tidak merugikan umat manusia.

"Nah saya mengatakan di dalam diskusi kami itu ya seharusnya, menurut saya, PBB itu sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mesti melihat sikon ini. Dengan demikian tentunya ada perlindungan melalui hukum internasional, di mana yang namanya AI itu tidak bisa bekerja seperti sekarang ini (tanpa regulasi ketat)," paparnya.

Baca juga:

PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah

Megawati mengaku bersyukur pandangannya tersebut mendapat respons positif dari para tokoh dunia yang hadir dalam forum Zayed Award.

Ada kesepahaman bahwa meskipun teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari masa depan dunia, pengaturannya tetap krusial.

"Dan tanggapan yang diterima itu saya merasa bersyukur bahwa ternyata mereka pun mengatakan seperti demikian. Karena tentu saja masalah teknologi ini, menurut banyak yang dari mereka mengatakan, bagaimana itu akan merupakan bagian dari masa depan kita, dan tentunya berarti masa depan dunia," pungkasnya. (Pon)

#Ajang Penghargaan #Megawati Soekarnoputri #Artificial Intelligence
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Pemerintah perlu memastikan perkembangan AI tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kreativitas manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
ShowBiz
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
POCO F9 Series dibekali AI Recorder dan AI Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks. Simak juga deretan fitur AI lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Bagikan