Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy, Simbil Kepemimpinan Perempuan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
PDIP Luncurkan  Fatmawati Trophy, Simbil Kepemimpinan Perempuan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PDI Perjuangan (PDIP) resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kegiatan tersebut beserta trofinya merupakan hasil kontemplasi dan gagasan Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, yang juga putra Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Konsep trofi itu kemudian diterjemahkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga dalam bentuk figur perempuan berjubah yang berdiri tegak.

“Fatmawati Trophy adalah wujud upaya merawat memori kolektif bangsa. Di dalamnya terkandung simbol keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” ujar Hasto.

Baca juga:

PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah

Penempatan trofi di area yang juga menampilkan mesin jahit bersejarah milik Fatmawati dimaksudkan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari peristiwa politik besar, tetapi juga dari peran personal yang kerap luput dari catatan sejarah.

Cucu Fatmawati, Puti Guntur Soekarno, mengonfirmasi secara konseptual bahwa Fatmawati Trophy merupakan hasil kontemplasi M. Prananda Prabowo tentang pentingnya mengabadikan sosok Fatmawati sebagai arsip nilai peradaban bangsa.

“Gagasan tersebut diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga, yang merancang trofi dalam bentuk figur perempuan berjubah berdiri tegak, melambangkan keteguhan, keheningan, dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” ujarnya.

Fatmawati Trophy 2026 juga menjadi payung kompetisi desain fesyen nasional. Ajang ini menempatkan fesyen sebagai medium ideologis dan kultural untuk menafsirkan kembali nilai perjuangan Fatmawati, yakni kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian perempuan.

Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kebudayaan yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama sejarah.

“Fatmawati Trophy adalah monumen nilai. Kita ingin melahirkan kepemimpinan perempuan yang memiliki keteguhan prinsip seperti Ibu Fatmawati, yang mampu menjadi arsitek peradaban bagi Indonesia Raya,” kata Bintang.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Nasional, Dana Anugerah Raffliansyah, berharap DPD PDI Perjuangan di seluruh Indonesia dapat menjadikan ajang ini kompetitif dan bergengsi.

“Harapan kami, DPD di seluruh Indonesia bisa membuat kompetisi ini menjadi kompetitif dan bergengsi. Salah satu yang akan diperebutkan adalah piala bergilir yang didesain khusus dan dikonsep langsung oleh Bapak Muhammad Prananda Prabowo,” katanya. (Pon)

#PDIP #Fatmawati Soekarno #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
 Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Bagikan