Masyarakat Merasa Puas Atas Pengamanan Pemilu 2024

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Maret 2024
Masyarakat Merasa Puas Atas Pengamanan Pemilu 2024

Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024, Jakarta, Selasa (17/10/2023). ANTARA/Laily Rahmawaty.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemilu 2024 tengah menyisakan gugatan perselihan di Mahkamah Konstitusi, setelah Komisi Pemilihan Umum mengumkan calon presiden dan wakil presiden dan anggota dewan terpilih dan pelantikan yang akan dilalukan pada 20 Oktober 2024.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyebutkan dari hasil survei, sebanyak 85,7 persen masyarakat puas atas kinerja Polri dalam mengamankan seluruh tahapan Pemilu 2024.

Baca juga:

PKS Fokus Kawal Gugatan Sengketa Pemilu di MK

"Masyarakat melihat situasi keamanan terjaga dengan baik berkat kerja keras dan sinergi yang baik antara Polri dan TNI," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Survei kinera Polri ini dilakukan pada periode 9 Maret-22 Maret 2024 yang melibatkan 1.200 responden dari warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Masyarakat senang melihat kekompakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang mana keduanya saling mengisi dan bersama-sama turun ke bawah saat masa kampanye dan pelaksanaan Pemilu 2024.

Edi mengapresiasi kecepatan Polri dalam merespons berita-berita hoaks yang marak saat menjelang dan sesudah Pemilu 2024 sehingga membuat masyarakat puas.

Di sisi lain, sekitar 11,2 persen responden mengaku tidak puas atas pelayanan keamanan yang dilakukan Polri. Mereka yang belum puas ini beralasan terpengaruh dengan pemberitaan hoaks di berbagai media sosial yang terus menyorot profesionalisme dan pelayanan Polri.

"Hasil survei pelayanan keamanan ini akan menjadi masukan kepada jajaran Polri dalam meningkatkan kinerja di tengah masyarakat," demikian ujar dia.

Selain keberhasilan mengamankan Pemilu 2024, hal lain yang membuat masyarakat puas pada pelayanan keamanan Polri adalah pendekatan yang mereka lakukan seperti melalui kegiatan 'Jumat Curhat' atau 'Minggu Kasih'.

Kegiatan tersebut, diklaim berjalan baik hingga ke wilayah kecamatan karena kerap melibatkan TNI dan unsur Muspida. Hal ini disukai masyarakat karena mereka jadi lebih mudah menyampaikan berbagai persoalan kepada kepolisian. (*)

Baca juga:

KPU Tunggu Putusan MK sebelum Tetapkan Caleg Terpilih Pemilu 2024

#Polisi #Pemilu
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Chusnul Mar’iyah, melontarkan kritik keras terhadap sistem pemilu di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Indonesia
Korban Rentan Dijadikan Tersangka karena Bela Diri dari Ancaman Kejahatan, DPR Peringatkan Polisi Jangan Terlalu 'Kaku' Terapkan Aturan
Nasir menyampaikan keprihatinannya atas proses hukum yang menimpa Hogi Minaya, yang dinilainya perlu dilihat secara lebih utuh dan berkeadilan, tidak semata-mata hitam-putih berdasarkan pasal.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Korban Rentan Dijadikan Tersangka karena Bela Diri dari Ancaman Kejahatan, DPR Peringatkan Polisi Jangan Terlalu 'Kaku' Terapkan Aturan
Indonesia
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Akademisi Universitas Brawijaya menilai Indonesia belum siap menerapkan e-voting karena rawan diretas dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Indonesia
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Indonesia
Polisi Pastikan tak Ada Bukti Pidana Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
Dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah, tidak ada kekerasan dan upaya melawan hukum.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Polisi Pastikan tak Ada Bukti Pidana Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
Berita
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Indonesia
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Penghapusan ambang batas berpotensi melahirkan fragmentasi partai yang berlebihan dan melemahkan efektivitas pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Indonesia
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Jika terbukti melanggar, nantinya Aiptu Ikhwan akan disanksi sesuai aturan yang ada.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Indonesia
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
anggota Komisi III DPR RI Rikwanto juga meminta agar kasus ini dihentikan karena menurutnya, tidak ada kasus lalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
Indonesia
Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa
Total sudah ada sekitar 10 saksi yang diperiksa polisi hingga saat ini, termasuk terhadap RS Pondok Indah (RSPI) untuk menelusuri rekam medis Lula Lahfah .
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa
Bagikan