GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2020
GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker

Gerakan Pakai Masker. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat Indonesia dinilai masih malas menggunakan masker karena tidak terbiasa merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas. Padahal, mengguakan masker menjadi salah satu cara paling murah untuk terhindar dari penularan COVID-19.

Bukan hanya soal masker, masyarakat juga dinilai masih kurang informasi tentang COVID-19, bahkan tidak percaya bahwa virus corona ini benar-benar ada. Sehingga diperlukan berbagai sosialisasi dan edukasi.

"Kultur juga menyebabkan masyarakat malas menggunakan masker, hal ini menjadi tantangan GPM untuk membentuk budaya memakai masker sebagaimana cara berpakaian fashion atau adat. Hal ini tentunya membutuhkan waktu," ujar Inisiator Gerakan Pakai Masker (GPM) Dumasi Samosir.

Baca Juga:

Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Dumasi mengaku, mempunyai cara agar masyarakat tidak malas untuk memakai masker. Solusinya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terus menerus secara berulang. Hal ini menjadi kunci utama perubahan perilaku.

GPM
Kampanye GPM membagi-bagikan masker ke publik. (ANT)

Gerakan masker ini, kata ia, sama seperti sosialisasi penggunaan helm dan safety belt saar berkendara. Meski awalnya banyak yang malas melakukannya, tapi pada akhirnya akan sadar bahwa penting untuk menyelamatkan nyawa mereka.

"Memang, hal ini juga harus disertai contoh yang baik dari para pimpinan, disamping adanya penegakan hukum yang menyertai," katanya.

Ia menegaskan, jika langkah pemakaian masker yang benar ini diikuti dengan disipIin menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, maka hal ini dapat mencegah penularan sampai 90.

GPM, kata ia, telah melakukan penyuluhan sebanyak 5 angkatan dalam kurun waktu 3 bulan dengan sasaran pada 1.580 pengelola pasar dan kurang lebih 7 juta pedagang pasar di seluruh Indonesia.

Penggagas GPM
Aktivis dan penggagas GPM. (Dok GPM)

Kemudian Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Berau, Biduk-Biduk Kalimantan Timur (Kaltim), Bromo, Banyuwangi, dan Bali.

Selain itu, menyasar pesantren dengan melakukan penyuluhan sebanyak 6 angkatan dalam kurun waktu 2 bulan, yang menjangkau 65 pesantren 91.188 santri dan 3.361 guru.

Sosialisasi dan edukasi tentang pemakaian masker yang benar dan diikuti disiplin jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun diyakini bakal mengurangi penularan.

"Kesadaran masyarakat akan bertambah dan angka penyebaran dan penularan corona bisa menurun," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Bawaslu Keluarkan 70 Surat Tertulis Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

#Protokol Kesehatan #COVID-19 #Operasi Yustisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Gubernur DKI Pramono Anung menyoroti pendatang baru usai Lebaran 2026. Disdukcapil diminta mendata tanpa operasi yustisia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 30 Maret 2026
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin bekerja.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Pemerintah dan pihak sekolah tidak boleh meremehkan tren peningkatan kasus superflu
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Bagikan