Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2020
Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Lab Vaksin COVID-19 (Foto: bumn.go.id))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Pemerintah pusat bakal melalukan impor vaksin COVID-19 untuk mengendalikan pademi di dalam negeri. Vaksin impor tersebut, dinilai sangat terbatas dan akan diberikan untuk tenaga kesehatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, jumlah vaksin yang akan diimpor tersebut sangat sedikit dan untuk kalangan tertentu. Sehingga Indonesia harus tetap fokus dan memberikan perhatian untuk produksi vaksin dalam negeri.

Saat ini Bio Farma sedang melakukan penelitian uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac. Penelitian ini masuk tahap 3 atau tahap akhir. Penelitian ini akan selesai pada Desember 2020.

Baca Juga:

Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi, Donasi PMI DKI Turun

“Ada vaksin yang sedang berproses yang diproduksi oleh Bio Farma yang akan dijadikan mayoritas vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia itu menunggu di bulan Desember,” katanya.

Ridwan Kamil mengaku tidak punya masukan untuk pengadaan vaksin impor. Jawa Barat lebih memilij fokus pada pengendalia dan dukungan dalam uji klinis vaksin.

Sebelumnya, Ridwan Kamil dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jawa Barat, telah menjalani pengambilan darah yang merupakan bagian dari prosedur uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan Bio Farma dan FK Unpad.

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Antara).

Ridwan Kamil dan Forkominda Jawa Barat termasuk relawan uji klinis vaksin. Pengambilan darah dimaksudkan untuk mengetahui efek suntik vaksin yang telah dilakukan di fase sebelumnya.

Saat ini Ridwan Kamil dan relawan lainnya sedang menunggu jadwal pengambilan darah yang kedua Desember 2020. Hasil dari pengambilan darah diharapkan berbuah antibody yang mampu melawan virus SARS CoV 2, penyebab penyakit Covid-19.

Namun meski nantinya vaksin ini terbukti menghasilkan antibodi, tahapan produksi vaksin untuk digunakan massal masih panjang. (Iman HA/ Jawa Barat).

Baca Juga:

Luhut Ultimatum Perusahaan Farmasi Jangan Keruk Untung Mainkan Harga Jual Obat Corona

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #Bio Farma
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Tengah viral di media sosial informasi yang menyebut vaksin sengaja disiapkan sebelum penyakit tersebut muncul.
Frengky Aruan - Rabu, 11 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Informasi ini diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”.
Frengky Aruan - Senin, 09 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
TurnBackHoax menelusuri klaim pemberian bantuan sosial di laman resmi kemensos.go.id dan kemkes.go.id melalui mesin pencarian Google.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Bagikan