MERAHPUTIH.COM - SEEKOR macan tutul Gunung Lawu masuk ke permukiman warga dan dievakuasi BPBD Karanganyar bersama tim gabungan BKSDA Surakarta, Selasa (3/3). Lokasi kejadian tersebut berada di Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Macan tutul tersebut lalu dibawa ke Solo Safari. Diketahui, hewan ternak warga seperti kambing sempat dilaporkan mati dimakan macan tutul tersebut.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan evakuasi macan tersebut dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum dievakuasi, macan tutul dibius terlebih dulu.
“Petugas medis dan pawang satwa dari Taman Safari Jurug, saat evakuasi berlangsung, melakukan pembiusan di lokasi. Macan lalu dimasukkan ke kandang ukuran besar,” ujar Hendro, Selasa (3/3).
Dia mengatakan, sebelum macan tutul ini dievakuasi, warga sempat melaporkan hewan ternak kambing peliharaan mati. Evakuasi dilakukan setelah adanya koordinasi intensif lintas instansi di lereng Gunung Lawu. “Untuk teknik evakuasi digunakan murni pembiusan, bukan penembakan peluru tajam. Proses dari persiapan hingga satwa tersebut tertidur hanya memakan waktu sekitar 30 menit,” katanya.
Baca juga:
Pembiusan tersebut, kata dia, bersifat sementara guna memudahkan proses eksklusi atau pemindahan satwa dari permukiman ke dalam kandang angkut.
“Kondisinya macan sekarang sudah dibawa ke Solo untuk ditempatkan di Solo Safari. Terungkapnya keberadaan macan tutul yang turun di pemukiman warga berawal dari jejak kaki dan matinya hewan kambing milik warga,” paparnya.
Ia mengatakan berdasarkan identifikasi jejak kaki sebelumnya, diduga terdapat dua ekor macan tutul yang berkeliaran di kawasan tersebut. Petugas baru mendeteksi dan menangkap satu ekor saja.
Dia mengimbau warga di lereng Gunung Lawu, khususnya wilayah Tawangmangu, untuk tetap tenang, tapi waspada. Warga diminta segera melapor jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan macan tutul lainnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
2 Orang Terluka, Macan Tutul Masuk Desa Maruyung Bandung Masih Berkeliaran