Kesehatan

Malingering, Pura-pura Sakit Demi Keuntungan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 19 Januari 2024
Malingering, Pura-pura Sakit Demi Keuntungan

Ada beberapa alasan atau keuntungan yang sering membuat orang berpura-pura sakit. (Foto Unsplash Towfiqu barbhuiya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sakit jadi alasan paling bisa diterima apabila kamu tidak bisa hadir di kantor. Sayangnya, alasan pura-pura sakit juga digunakan sebagian orang demi mendapatkan keuntungan agar bisa di rumah saja. Istilah pura-pura sakit ternyata diakui di dunia medis, yakni disebut sebagai kondisi bernama malingering.

Dilansir Alodokter, malingering adalah perilaku berpura-pura menderita suatu penyakit atau gejala tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Meskipun bukan dianggap sebagai gangguan mental, perilaku malingering bisa merugikan orang lain serta menyebabkan penyalahgunaan hukum dan sistem pelayanan kesehatan.

Baca Juga:

Meditasi Transendental Memberikan Manfaat Bagi Kesehatan Mental

Orang biasanya berperilaku malingering demi mendapatkan cuti sakit, menghindari sanksi, menerima keuntungan finansial dari asuransi, memperoleh dana bantuan dari orang lain, dan menghindari tanggung jawab pekerjaan.

Meskipun bisa dilakukan oleh siapa pun, malingering umumnya dilakukan oleh para narapidana di penjara atau tahanan di lembaga pemasyarakat (lapas).

Bahkan, pelaku malingering juga tidak segan-segan untuk melakukan rekayasa seperti merias wajah sedemikian rupa agar tampak lesu atau terlihat lunglai. Mereka juga mengakalinya dengan menempatkan termometer di dekat lampu atau air panas untuk meningkatkan suhu tubuhnya.

Jika berhasil menerima keuntungan yang diinginkan, pelaku malingering akan menyatakan bahwa gejalanya telah mereda bahkan tanpa mematuhi pengobatan yang diberikan. Selain itu, ia juga kemungkinan besar akan menolak untuk melakukan tes uji klinis atau laboratorium. (and)

Baca Juga:

Buah Sukun Dapat Jadi Sumber Karbohidrat

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan