Buah Sukun Dapat Jadi Sumber Karbohidrat
Buah sukun sangat mudah ditemukan di Indonesia. (Unsplash-Studio Kealaula)
MEMANG tak bisa lepas masyarakat Indonesia pada beras. Beras menjadi sangat vital dalam salah satu bahan pokok makanan di Nusantara. Ketika stok beras menurun, masyarakat pun menjadi gaduh. Padahal sebagian penduduk di Indonesia memiliki makanan pokok selain beras, seperti sagu.
Banyak alternatif yang dapat dijadikan pengganti beras sebagai makanan pokok. Seperti salah satunya buah sukun (Artocarpus altilis) yang di barat kerap disebut sebagai breadfruit. Buah ini dapat ditemukan di semua pulau-pulau di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah sukun di Indonesia mencapai 165.032 ton pada tahun 2022.
Baca Juga:
Sukun adalah buah yang memiliki tekstur empuk dan berserat serta rasa yang manis. Buah ini tak pernah gagal disajikan digoreng atau dikukus. Apalagi disajikan di sore hari dengan secangkir kopi. Nikmat sekali!
Menurut laman Alodokter nutrisi yang terkandung di dalamnya buah sukun adalah karbohidrat kompleks, protein, serat, air, mineral (kalium, zat besi, kalsium, magnesium, zinc, dan fosfor), vitamin (B dan C), beta karoten, riboflavin, dan niasin. Tak hanya itu buah sukun mengandung antioksidan yang tinggi berkat kandungan flavonoid dan polifenol di dalamnya.
Buah sukun jika dibandingkan dengan beras dan kentang, ternyata mengandung mineral dan vitamin yang lebih banyak dan lengkap, namun nilai kalorinya lebih rendah.
Untuk itu Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Puji Lestari mengemukakan bahwa buah sukun bisa menjadi bahan pangan alternatif pengganti beras.
"Beberapa publikasi menyebutkan sukun memiliki variasi keragaman nutrisi, sehingga sangat berpotensi sebagai pangan alternatif untuk membantu kecukupan pemenuhan nutrisi pangan masyarakat," kata Puji dalam seminar yang diikuti di Jakarta, Rabu (25/10) seperti dilansir dari Antaranews.
Baca Juga:
Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus!
Dari peneliti hortikultura dan perkebunan BRIN Marietje Pasireron mengatakan bahwa buah sukundapat dikonsumsi sebagai pengganti beras di Indonesia.
Penelitian itu menemukan bahwa analisis kimia tepung sukun dari 14 sukun lokal asal Sleman, Gunung Kidul, Banten, Sukabumi, Cilacap, Kediri, Banyuwangi, Madura, Bali, Mataram, Lampung, Bone, Sorong, dan Manokwari menunjukkan kandungan karbohidratnya cukup tinggi.
Tercatat buah sukun dari Gunung Kidul memiliki kandungan karbohidrat rata-rata 70,44 persen, protein 6,59 persen, lemak 1,29 persen, serat 6,55 persen. Jawa Tengah tercatat sebagai daerah penghasil buah sukun paling banyak (35.188 ton), diikuti oleh Jawa Timur (29.370 ton), dan Jawa Barat (23.113 ton).
Bukan mustahil bila buah sukun dapat dikembangkan sebagai tanaman pangan pokok alternatif. Sukun dapat ditanam secara berkelanjutan dengan input minimal bersama dengan kopi, lada, atau vanila.
"Kita bisa melihat populasi sukun di Indonesia menyebar dan cukup banyak. Kita perlu mengembangkan sukun untuk menggantikan beras sebagai pangan alternatif untuk mencegah kelaparan akibat bencana yang disebabkan oleh El Nino dan La Nina. Mungkin bisa menjadi kebijakan pemerintah ke depan," kata Marietje. (psr)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati