Makanan Vegan dengan Unsur Seng

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 14 September 2022
Makanan Vegan dengan Unsur Seng

Seng merupakan mineral yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP detik, menit, jam, tubuh terus bekerja dan tentunya membutuhkan berbagai macam vitamin, nutrisi, dan mineral, termasuk seng. Seringkali orang lupa bahwa setiap nutrisi, vitamin, dan mineral memiliki fungsi yang berbeda-beda pada tubuh. Dengan begitu, ada baiknya untuk memilih makanan berdasarkan dengan kebutuhan tubuh kamu.

Dikutip dari Vegamour, seng merupakan mineral yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut dikarenakan tubuh kita tidak memproduksi atau menyimpan seng. Oleh karena itu kita perlu untuk mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung seng pastinya. DIketahui, seng juga merupakan nutrisi terpenting untuk sistem kekebalan tubuh loh. Lantas, apa saja ya lima makanan vegan yang tinggi akan seng?

Baca Juga:

6 Manfaat Rawat Kaktus Dalam Rumah

makan
Seng merupakan mineral penting untuk sistem kekebalan tubuh. (Pexels/Yaroslav Shuraev)


Kacang-kacangan


Kamu tahu tidak sih kalau kacang-kacangan dianggap sebagai pembangkit tenaga listrik di ranah makanan sehat. Hal tersebut dikarenakanan kacang-kacangan merupakan sumber mineral penting seperti besi, tembaga, magnesium, kalium, dan seng. Contoh kacang-kacangan yang kaya akan seng, seperti buncis, lentil, dan kacang polong hitam.


Tahu


Tahu merupakan sumber seng nabati yang baik, menawarkan kalsium, mangan, dan juga magnesium loh. Hal tersebut dikarenakan terdapat protein yang bisa berfungsi untuk pertumbuhan rambut. Tidak hanya itu, tahu sebagai sumber protein yang kaya juga cocok dan bagus dikonsumsi apabila kamu sedang diet vegan.


Bayam


Bayam merupakan sumber seng yang layak untuk dikonsumsi dan hal tersebut juga merupakan salah satu sumber tertinggi dari sayuran hijau. Bayam juga merupakan sumber serat yang bagus. Selain itu, terkandung juga vitamin A, vitamin C, vitamin K, zat besi, folat, dan juga kalsium dalam bayam.

Baca Juga:

Beragam Manfaat Bunga Telang

makan
Biji-bijian merupakan makanan yang kaya akan seng. (Pexels/Miguel A Padrinan)


Biji-bijian


Biji-bijian merupakan kelompok makanan yang juga mengandung banyak vitamin dan mineral penting. Contohnya seperti biji labu, salah satu biji-bijian tang paling kaya akan seng. Tidak hanya itu, biji labu juga bisa dijadikan minyak yang memerangi kerontokan rambut loh. Biji rami, chia, dan rami juga merupakan sumberseng yang baik.


Ragi nutrisi


Mungkin beberapa dari kamu masih banyak yang belum mengetahui apa itu ragi nutrisi. Ragi nutrisi merupakan produk ragi bersisik yang kini semakin populer digunakan untuk diet nabati. Hal tersebut dikarenakan rasanya yang gurih dan seperti keju. Tidak hanya itu, bumbu yang rasanya lezat ini juga bisa menjadi sumber seng yang baik. (yos)

Baca Juga:

4 Tren Makro Makanan dan Minuman Paskapandemi di Asia Pasifik

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan