Headline

Macan Tutul Langka Asal Kalimantan Nongol di Suaka Malaysia

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 12 November 2017
Macan Tutul Langka Asal Kalimantan Nongol di Suaka Malaysia

Macan tutul yang ditemukan hanya di Kalimantan dan Sumatra di Indonesia terlihat di Hutan Lindung Deramakot di negara bagian Sabah Malaysia, (ANTARA FOTO/REUTERS/Michael Gordon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pernah dengar macan tutul Kalimantan? Hewan langka dari Borneo ini memang sudah jarang dilihat. Bahkan para pegiat lingkungan dan badan konservasi kesulitan melacak jejaknya.

Macan Tutul Kalimantan diyakini berada di tengah hutan belantara. Nah, baru-baru ini sejumlah kalangan heboh karena macan tutul Kalimantan muncul lagi.

Sebagaimana dilansir Antara Macan tutul Kalimantan dan dua anaknya saat menembus hutan lindung Malaysia tertangkap kamera pada pekan lalu, menjadi penampakan langka hewan yang sulit ditangkap itu pada siang hari di alam bebas.

Jenis kucing besar tersebut hanya ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra dan oleh ahli ilmu hewan disebut "Neofelis diardi", dengan hanya 700 diperkirakan hidup di lingkungan menyusut akibat perburuan dan penggundulan hutan.

"Hampir tidak pernah terdengar orang melihatnya pada siang hari, apalagi bersama anak-anaknya," kata Michael Gordon, yang memfilmkan hewan itu menyeberang jalan dan berjalan ke semak di Deramakot di negara bagian Sabah, Malaysia, di Kalimantan, tempat bidikan kamera pertama kali melihat kucing itu pada 2010.

"Macan tutul Sunda sangat sulit ditemukan di sebagian besar wilayahnya, tapi 3 tahun belakangan, saya di Deramakot sudah beberapa kali melihatnya," kata juru foto itu kepada Reuters, menggunakan nama lain jenis tersebut.

Lingkungan hidup hewan itu menyusut sepersepuluh setiap tahun dalam dua dasawarsa belakangan, kata World Wide Fund (WWF), akibat perburuan dan penggundulan hutan untuk tujuan dagang.

Mereka makan monyet, rusa kecil, burung dan kadal, dan menjadi pemangsa utama di Kalimantan, pulau bersama Malaysia, Indonesia dan Brunei.

Pada 2007, penelitian genetik menunjukkan jenis itu berbeda dari kerabat terdekatnya, macan kumbang, atau "Neofelis nebulosa", yang pertama digambarkan secara ilmiah oleh peneliti alam Inggris Edward Griffith pada 1821, demikian laporan WWF.

Sebaran macan tutul meluas dari Nepal di anak benua India ke Cina selatan dan seluruh Asia Tenggara. Menurut WWF, Macan tutul pulau itu memiliki tanda awan kecil, garis ganda di punggungnya dan bulunya lebih gelap daripada jenis daratan.(*)

#Hewan Langka #Kalimantan #Malaysia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Indonesia
Aktivis Malaysia Demo di KBRI Tuntut Pemerintah Indonesia Atasi Kebakaran Hutan
Mereka menuntut pemerintah Indonesia menyelesaikan permasalahan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Aktivis Malaysia Demo di KBRI Tuntut Pemerintah Indonesia Atasi Kebakaran Hutan
Indonesia
Kronologi Tragis Orangutan Sempurna Mati Akibat Kabut Asap, Sempat Kritis di Kebun Sawit
Orangutan Sempurna awalnya ditemukan dalam kondisi kritis di perkebunan kelapa sawit, Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Kronologi Tragis Orangutan Sempurna Mati Akibat Kabut Asap, Sempat Kritis di Kebun Sawit
Indonesia
Habitat Satwa Ikut Terdampak Karhutla, DPR Dorong Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun
DPR menyoroti kecukupan anggaran KLH/BPLH untuk pengendalian karhutla. Tambahan Rp 1,34 triliun diusulkan untuk memperkuat pencegahan dan pemulihan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Habitat Satwa Ikut Terdampak Karhutla, DPR Dorong Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun
ShowBiz
Asap Karhutla Masuk ke Kabin Pesawat, Sherina Munaf Ikut Padamkan Api di Kalteng
Sherina Munaf menyaksikan kabut asap karhutla dari atas pesawat menuju Palangka Raya. Ia kemudian turun langsung membantu pemadaman di Kalteng.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Masuk ke Kabin Pesawat, Sherina Munaf Ikut Padamkan Api di Kalteng
Indonesia
Kemenhut Siapkan Sanksi Berlapis untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Sanksi yang disiapkan mulai dari administratif hingga pidana.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Kemenhut Siapkan Sanksi Berlapis untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Indonesia
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Tim Alfa merupakan pasukan khusus bentukan TNI yang terdiri dari gabungan tiga matra Kopassus TNI AD, Korpasgat TNI AU, Korps Marinir TNI AL, serta Kostrad TNI AD.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Indonesia
Cegah Titik Baru Api, BNPB Jaga Ketat Wilayah Terdampak Karhutla
Satuan tugas pemerintah telah memulai operasi penjagaan melalui jalur darat maupun udara.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Cegah Titik Baru Api, BNPB Jaga Ketat Wilayah Terdampak Karhutla
Berita Foto
Menhut Raja Antoni Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, 6 Perusahaan Kalimantan Kena Sanksi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menghadiri Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 31 Agustus 2026
Menhut Raja Antoni Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, 6 Perusahaan Kalimantan Kena Sanksi
Indonesia
Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari
Angin barat daya membawa asap pekat dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat hingga menutup langit Brunei.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari
Bagikan