MerahPutih.com - Asap tebal menyambut Sherina Munaf bahkan sebelum pesawat yang ditumpanginya mendarat di Kalimantan Tengah. Dari balik jendela pesawat, penyanyi sekaligus aktris itu menyaksikan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutupi pandangan.
Bukan hanya mengganggu jarak pandang, bau asap juga mulai terasa hingga masuk ke dalam kabin pesawat.
Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan Sherina di Kalimantan Tengah. Kali ini, ia tak sekadar menyampaikan kepedulian melalui media sosial, tetapi memilih turun langsung ke lapangan dan bergabung bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta tim Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dalam upaya menangani kebakaran.
Baca juga:
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Sherina Ceritakan Kondisi Asap dari Atas Pesawat
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Sherina membagikan rekaman perjalanan menuju Palangka Raya.
Dalam video tersebut, pelantun Pergilah Kau itu menceritakan kondisi udara yang telah dipenuhi asap sejak dirinya masih berada di atas pesawat.
Itu asap dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal. Baru kelihatan lagi visible Kalimantan dari atas ketika mendekati ground, mendekat ke atap-atap (rumah), tapi sebelum itu benar-benar asap,
Sherina Munaf.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut juga membuat jarak pandang semakin terbatas. Kondisi itu semakin terasa ketika pesawat mulai menurunkan ketinggian untuk melakukan pendaratan di Palangka Raya.
"Susah gitu visibilitasnya dan ketika mulai descending untuk landing itu mulai tuh, mulai keruh sampai akhirnya enggak kelihatan apa-apa, dan itu bukan awan," sambungnya.
Ikut Padamkan Bara Api di Hiu Putih
Setelah tiba di Palangka Raya, Sherina langsung menemui tim Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dan berkoordinasi dengan BKSDA Kalimantan Tengah.
Dari sana, ia kemudian ikut menuju lokasi yang terdampak kebakaran.
Sherina turut membantu proses pemadaman bara api di kawasan Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Selama kurang lebih satu jam, ia ikut memastikan titik-titik api yang masih tersisa tidak kembali membesar dan memicu kebakaran yang lebih luas.
Perjalanan tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada Sherina untuk menyaksikan secara langsung kondisi kawasan yang terdampak karhutla, sebuah pemandangan yang sebelumnya hanya dapat ia lihat dari balik layar atau melalui kabar yang beredar.
Baca juga:
Kemenhut Siapkan Sanksi Berlapis untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Salurkan Bantuan Logistik Bersama BOSF
Tak berhenti di lokasi pemadaman, Sherina juga mengunjungi Universitas Palangka Raya yang turut merasakan dampak kabut asap.
Bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), ia menyalurkan bantuan logistik untuk membantu memenuhi kebutuhan tim yang hingga kini masih berjibaku menangani kebakaran di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan kepedulian Sherina terhadap bencana karhutla tidak hanya disampaikan melalui suara di media sosial.
Ia juga memilih hadir langsung di tengah upaya penanganan asap dan api yang masih menjadi ancaman bagi Kalimantan Tengah. (Far)