Habitat Satwa Ikut Terdampak Karhutla, DPR Dorong Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Habitat Satwa Ikut Terdampak Karhutla, DPR Dorong Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun

Foto udara karhutla di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kaltim, pada Rabu (19/8) (ANTARA/ HO- BPBD Kabupaten PPU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggaran pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan DPR RI di tengah masih terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

Pemerintah dinilai perlu memastikan dukungan anggaran yang memadai agar upaya pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascakebakaran dapat berjalan optimal.

Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani mempertanyakan kecukupan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) untuk menangani karhutla.

Sorotan tersebut disampaikan dalam pembahasan postur anggaran KLH/BPLH tahun 2027.

Anggaran Pengendalian Karhutla Jadi Sorotan

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada 2 September 2026, KLH/BPLH menyampaikan pagu belanja sebesar Rp 1,232 triliun.

Namun, dari total anggaran tersebut, Program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim hanya mendapatkan sekitar Rp 43,36 miliar.

Sementara itu, Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan memperoleh alokasi sekitar Rp 18,56 miliar.

Menurut Meitri, Jumat (4/9), besaran anggaran tersebut perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan luas wilayah yang harus diawasi serta kebutuhan penanganan karhutla yang mencakup berbagai tahapan.

Ukuran keberhasilan anggaran tidak boleh berhenti pada tingkat serapan. Indikator yang harus diperhatikan mencakup jumlah titik api yang berhasil dicegah, kecepatan respons, luas habitat yang dilindungi, jumlah satwa yang diselamatkan, serta kawasan yang berhasil dipulihkan,

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani.

Ia menilai pengendalian karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran telah terjadi. Pemerintah perlu memperkuat sistem pemantauan dan pencegahan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Baca juga:

Kemenhut Siapkan Sanksi Berlapis untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Karhutla Berdampak pada Habitat Satwa

Kebutuhan tersebut semakin penting menyusul masih ditemukannya dampak kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sekitar 1.717 hektare lahan dilaporkan terbakar hingga 1 September 2026. BKSDA Kalimantan Tengah juga menyebut kawasan habitat satwa dilindungi ikut terdampak.

Sementara di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, seekor orangutan jantan ditemukan dalam kondisi lemah pada 30 Agustus 2026.

Satwa tersebut kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan dari BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Meitri karena dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan vegetasi. Kebakaran juga dapat mengurangi habitat dan sumber makanan satwa liar.

Usulan Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun

Karena itu, Meitri mendukung usulan tambahan anggaran KLH/BPLH untuk tahun 2027 sebesar Rp 1,34 triliun dari Rupiah Murni.

Dari tambahan tersebut, Rp 84,16 miliar direncanakan untuk Program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, termasuk pengendalian kebakaran lahan.

Meitri meminta tambahan anggaran tersebut diarahkan pada langkah yang bersifat preventif dan responsif, mulai dari peningkatan pemantauan kawasan rawan kebakaran, penguatan kapasitas masyarakat, penegakan hukum terhadap pelanggaran, hingga penyelamatan satwa dan pemulihan habitat.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan karhutla.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan peralatan, pelatihan, insentif, serta sistem pelaporan yang mampu mempercepat penanganan ketika muncul potensi kebakaran.

“Pemerintah pusat tidak mungkin bekerja sendiri. Masyarakat lokal harus dibekali kapasitas, peralatan, insentif, dan mekanisme pelaporan yang efektif,” ujarnya.

Baca juga:

Asap Karhutla Masuk ke Kabin Pesawat, Sherina Munaf Ikut Padamkan Api di Kalteng

Meitri menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan karhutla semestinya diukur dari kemampuan pemerintah mencegah kebakaran, mempercepat respons, melindungi ekosistem, menyelamatkan satwa, serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Cegah kebakaran, lindungi habitat, selamatkan satwa, dan tindak tegas pelaku adalah hal-hal yang harus menjadi indikator keberhasilan kebijakan lingkungan kita,” pungkasnya. (Knu)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kalimantan #Komisi XII DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Tak Ada Satupun Korporasi Terjerat
Polri telah menetapkan 113 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Tak Ada Satupun Korporasi Terjerat
Indonesia
Asap Pekat Persulit Proses Evakuasi Satwa Liar di Kawasan Karhutla di Kalimantan
Relawan menjadi garda terdepan menghadapi krisis hidup satwa liar yang terancama nyawanya.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Asap Pekat Persulit Proses Evakuasi Satwa Liar di Kawasan Karhutla di Kalimantan
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Indonesia
BNPB Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di Bawah Permukaan Tanah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi sumber api yang berada di bawah permukaan tanah.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 05 September 2026
BNPB Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di Bawah Permukaan Tanah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Beredar informasi yang menyebut pemerintah enggan mengeluarkan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Indonesia
Kebakaran Gunung Semeru dan 4 Pegunungan di Jatim Makin Parah, Heli Pemadam Ngadat
Darurat karhutla Jawa Timur! Kebakaran Gunung Semeru makin meluas hingga ribuan hektare. Imbasnya, Kawah Ijen resmi ditutup. Cek update kondisi terkininya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Kebakaran Gunung Semeru dan 4 Pegunungan di Jatim Makin Parah, Heli Pemadam Ngadat
Indonesia
Kebakaran di Kawasan Kawah Ijen Meluas, Jalur Pendakian Ditutup
Kebakaran hutan dan lahan telah merembet mendekati kawasan Pondok Bunder yang merupakan jalur pendakian menuju Kawah Ijen, sehingga jalur pendakian ditutup sementara.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Kebakaran di Kawasan Kawah Ijen Meluas, Jalur Pendakian Ditutup
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Aktivis Malaysia Demo di KBRI Tuntut Pemerintah Indonesia Atasi Kebakaran Hutan
Mereka menuntut pemerintah Indonesia menyelesaikan permasalahan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Aktivis Malaysia Demo di KBRI Tuntut Pemerintah Indonesia Atasi Kebakaran Hutan
Indonesia
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Bagikan