Lima Partikel Berbahaya di Sekitar yang Bisa Terhirup Kita

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 30 Juni 2022
Lima Partikel Berbahaya di Sekitar yang Bisa Terhirup Kita

Jakarta yang memiliki kualitas udara buruk. (Foto: MP/Suryo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POLUSI udara jadi isu sentral manusia, terutama masyarakat perkotaan. Apalagi baru-baru ini lembaga data kualitas udara IQ Air menempatkan Jakarta sebagai kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks kualitas udara di angka 196.

Dari polusi udara di jalanan hingga di dalam rumah. Dari yang berukuran besar seperti butiran pasir, berukuran kecil seperti emisi pembakaran logam. Termasuk yang berukuran mikroskopis seperti virus dan bakteri yang berterbangan dan menempel di barang-barang di rumah kita, semuanya berbahaya untuk kita hirup.

Baca Juga:

Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Flu

sakit
Termasuk yang berukuran mikroskopis seperti virus dan bakteri. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

”Setiap harinya rata-rata kita menghirup 11 ribu liter udara dan sudah tentu tidak semua udara yang kita hirup adalah udara bersih," ujar Durable Product Manager, air purifier Amway, Tri Susandari.

Ia mengatakan polutan dan kontaminan berbahaya bagi tubuh juga kita hirup tanpa disadari sehari-sehari. Bahkan udara yang kita hirup di dalam ruangan tidak terjamin kualitasnya. Ketika udara tercemar, partikel dan kontaminan ini masuk ke dalam pernapasan bersama dengan oksigen yang dibutuhkan tubuh.

Setiap partikel yang terhirup oleh kita memiliki ukuran yang berbeda-beda. Semakin kecil ukurannya, semakin dalam ia bisa menembus tubuh. "Jika yang berukuran 2.5 mikron saja bisa masuk jauh hingga ke paru-paru dan aliran darah, apalagi partikel yang lebih kecil dan mikroskopis, seperti virus dan bakteri?" tuturnya.

Berikut ukuran partikel dari sejumlah virus yang sering kita temui di sekitar kita:

Influenza

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penderita flu dapat mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, serta batuk. Banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold).

Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.Virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui percikan liur saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Ukuran dari virus Influenza adalah 0,098 mikron.

Rhinovirus

Rhinovirus berasal dari Bahasa Yunani, rhino yang berarti hidung. Jika disertai enterovirus tertentu seperti virus influenza, virus adeno, dan virus-virus lainnya dapat menyebabkan penyakit batuk pilek (common cold). Virus ini mempunyai 90 tipe. Penularannya adalah dengan kontak langsung melalui saluran pernapasan.

Gejala Rhinovirus termasuk sakit tenggorokan, pilek, hidung tersumbat, bersin dan batuk. Terkadang disertai dengan nyeri otot, kelelahan, malaise, sakit kepala, kelemahan otot, atau kehilangan nafsu makan. Ukuran virus ini sangat kecil, yaitu sebesar 0.023 mikron.

Baca Juga:

Pentingnya Memahami Perkembangan Sosial Emosional Anak

virus
Virus dan bakteri serta kuman yang beterbangan di udara. (Foto: Pexels/August de Richelieu)

Virus Hepatitis A


HAV atau virus hepatitis A adalah virus yang berukuran 0.033 mikron yang menyebabkan penyakit hepatitis A dan biasanya ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari pengidap hepatitis A. Gejala klinis yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain mual, muntah, demam, lemas, feses berwarna pucat, mata dan kulit berubah menjadi kekuningan, nyeri perut, berat badan turun, urin gelap seperti warna teh, dan kehilangan nafsu makan.

Adenovirus


Adenovirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi di saluran pernapasan atas, saluran pencernaan, mata, dan sistem saraf. Meskipun bisa mengakibatkan berbagai penyakit infeksi, virus yang berukuran 0.0793 mikron ini memang lebih sering menimbulkan berbagai gangguan pernapasan seperti penyakit
mirip flu, radang tenggorokan, dan pneumonia.

Kelompok virus ini bisa menginfeksi semua orang dari berbagai level usia. Tetapi sebagian besar kasusnya terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun. Virus ini menyerang sistem pernapasan yang ditularkan melalui droplet yang keluar saat penderita batuk dan bersin atau menyentuh permukaan benda terkontaminasi dengan tangan, lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Infeksi akibat adenovirus bisa menimbulkan dampak yang lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti lansia, orang dengan gangguan imun, dan penderita penyakit kronis.

Coronavirus


Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit akibat infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus berukuran kecil, yaitu 0.113 mikron ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Penularannya adalah melalui percikan ludah yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

Itulah beberapa virus yang mungkin ada di sekitar kita sebagai efek dari buruknya kualitas udara di sekitar kita. Selain menjaga sirkulasi udara dan membersihkan rumah secara rutin, penggunaan air purifier tentu bisa jadi pilihan. Pastikan air purifier yang kamu miliki ada filter berlapis ekstra terdiri dari Pre-Filter, Filter HEPA H13, dan Filter Odor.

Fungsi Pre-Filter menyaring partikel-partikel besar seperti debu dan sejenisnya. Filter HEPA H13 mengurangi lebih dari 300 patogen dan partikulat seperti virus, serbuk sari, tungau, jamur, bakteri, debu, asap, allergen hewan rumah – bahkan yang berukuran sekecil 0,0024 mikron sekalipun; serta menangkap lebih dari 15 kontaminan gas yang berbeda seperti: Benzene, Formaldehyde, Ozone, Nitrogen di-oxide, dan Sulfur dioxide. Sementara filter Odor menghilangkan formaldehida, dioksin, dan ozon serta bau tak sedap seperti rokok, masakan dan hewan peliharaan. (avia)

Baca Juga:

Mengonsumsi Obat Tertentu Ternyata Dapat Memicu Heartburn

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan