Parenting

Pentingnya Memahami Perkembangan Sosial Emosional Anak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 29 Juni 2022
Pentingnya Memahami Perkembangan Sosial Emosional Anak

Pentingnya Memahami Perkembangan Sosial Emosional Anak (Foto: pixabay/bessi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANG tua mesti awas dengan perkembangan sosial emosional anak, khususnya di masa transisi pandemi COVID-19. Kondisi sosial seorang anak bisa saja berubah lantaran lamanya pandemi melanda.

Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) mengatakan agar anak-anak bisa beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, perlu ada peran orang tua di dalamnya.

Baca Juga:

Berikan Pemahaman dan Edukasi tentang Seksual pada Anak agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

"Orang tua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala," jelas Dokter Bernie dalam webinar Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi seperti yang dikutip dari laman Antara.

perkembangan emosi dan sosial, berkaitan erat dengan kecerdasan otak serta sistem pencernaan yang sehat. (Foto: pixabay/bessi)

Bernie menuturkan bahwa perkembangan emosi dan sosial, berkaitan erat dengan kecerdasan otak serta sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan pada tumbuh kembang anak.

Tapi, di masa transisi, Bernie menyebutkan bahwa anak-anak mungkin akan kebingungan dalam menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru ketika kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial.

Hal tersebut bisa meningkatkan masalah sosial emosional, yang dampaknya bisa berbeda, tergantung usia anak dan dukungan dari lingkungannya. "Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat memengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular," tutur Bernie.

Dalam mengajarkan sosial emosional pada anak, para orang tua perlu memberikan contoh yang baik, karena anak suka meniru orang dewasa. Kemudian, penting juga untuk melibatkan anak sejak dini dalam melakukan berbagai tugas sederhana.

Baca Juga:

Cara Tepat Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

Pantau terus perkembangan anak dan jangan lupa untuk memberikan stimulasi nutrisi (Foto: pixabay/miguelperez)

Selain itu, biarkan anak terlibat dalam keputusan keluarga, dorong empati terhadap teman sebayanya, perluas wawasan anak, hingga pelihara kepekaan mereka.

"Kita juga menggunakan bed talk. Sebelum tidur, dibacakan cerita, ditanya bagaimana tadi siangnya. Ini akan terjadi pengembangan sosial emosional," ucap Bernie.

Namun, selain memantau perkembangan sosial emosional, Bernie pun mengatakan bahwa pentingnya orang tua untuk memberikan stimulasi nutrisi yang tepat bagi anak.

Stimulasi harus dilakukan sesuai usia secara berulang kali, dengan tujuan untuk merangsang semua fungsi dan kemampuan anak, agar berkembang optimal. Caranya, bisa melalui suara, musik, getaran, perabaan, bicara, bernyanyi, bermain, hingga memecahkan masalah.

Sementara pemberian nutrisi yang tepat, kamu bisa mulai dengan makanan-makanan yang mengandung gizi seimbang. Pola hidup juga perlu diperhatikan, seperti halnya olahraga. (ryn)

Baca Juga:

Apple Kian Gencar Perangi Pelecehan Anak

#Parenting #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Bagikan