Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak

Ilustrasi bangunan Sekolah Rakyat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi V DPR RI Sudjatmiko memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target, berkualitas, serta mengedepankan aspek keselamatan anak dan keberlanjutan lingkungan. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi

Sudjatmiko menyoroti sejumlah hal penting, mulai dari progres pembangunan, potensi deviasi biaya, hingga kualitas fasilitas yang akan digunakan para siswa nantinya.

Ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kami melihat masih terdapat deviasi pekerjaan yang perlu segera dimitigasi. Jangan sampai persoalan teknis dan manajemen pelaksanaan justru menghambat program yang sangat mulia ini. Oleh karena itu, saya mendorong dilakukan review desain secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu,” ujar Sudjatmiko dikutip Senin (15/6).

Baca juga:

32 Ribu Anak Bakal Masuk ke Sekolah Rakyat

Menurutnya, deviasi pekerjaan yang mencapai sekitar 20 persen harus menjadi perhatian serius. Ia menilai pola pelaksanaan subkontrak dan pengelolaan arus kas proyek perlu diperbaiki agar tidak mengganggu progres pembangunan di lapangan.

Selain aspek konstruksi, Sudjatmiko juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan Sekolah Rakyat. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya menyediakan embung atau kolam penampungan air, tetapi juga harus dilengkapi dengan sumur resapan guna menjaga keseimbangan air tanah.

“Kalau hanya membuat tampungan air tanpa memperhatikan recharge air tanah, dalam jangka panjang, hal itu bisa menimbulkan persoalan. Struktur bangunan mungkin tetap aman, tetapi fasilitas lain seperti jalan, lapangan olahraga, dan area publik berpotensi mengalami ambles atau retak. Ini tentu akan menambah biaya perawatan di kemudian hari,” jelasnya.

Sudjatmiko juga meminta agar aspek keselamatan anak menjadi prioritas utama dalam desain bangunan. Ia mengingatkan siswa Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SD kelas 1 hingga kelas 4, masih membutuhkan pengawasan dan perlindungan ekstra. “Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jika ada bangunan dua lantai, jendelanya harus memiliki pengaman yang memadai. Jangan sampai ada celah yang dapat membahayakan anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi standar utama dalam pembangunan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti kualitas fasilitas sanitasi. Menurutnya, kamar mandi dan toilet harus menggunakan material yang kuat serta tahan terhadap kerusakan sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. “Jangan hanya mengejar estetika. Pintu kamar mandi, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung harus memiliki standar kualitas yang baik karena akan digunakan banyak anak setiap hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudjatmiko juga mengusulkan agar konsep penghijauan di lingkungan Sekolah Rakyat tidak hanya menggunakan tanaman perdu, tetapi juga dilengkapi pohon-pohon berbuah seperti jambu, mangga, dan belimbing. “Anak-anak perlu lingkungan yang asri dan menyenangkan. Kalau ada pohon buah, mereka bukan hanya mendapatkan keteduhan, melainkan juga bisa belajar mencintai alam sekaligus memperoleh manfaat dari buah yang dihasilkan. Ini akan menjadi nilai tambah bagi Sekolah Rakyat,” katanya.

Sudjatmiko mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Ia berharap proyek ini dapat menjadi percontohan nasional yang mampu memberikan harapan baru bagi anak-anak Indonesia.

“Program Sekolah Rakyat harus menjadi simbol bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan baik, berkualitas, memperhatikan keselamatan, serta ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu

#Sekolah Rakyat #DPR RI #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Putusan MK yang Larang Sentuh Anggaran Pendidikan Harus Dijalankan, Program MBG jangan Sampai Terganggu
Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar perubahan skema pendanaan tidak menghambat keberlangsungan program yang menyasar jutaan penerima manfaat.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
DPR Desak Putusan MK yang Larang Sentuh Anggaran Pendidikan Harus Dijalankan, Program MBG jangan Sampai Terganggu
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Perpres tersebut perlu menempatkan Program MBG sebagai bagian dari kebijakan pemenuhan gizi nasional yang lebih komprehensif dengan pendekatan siklus kehidupan.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Indonesia
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan apabila proses belajar-mengajar tetap berlangsung di ruang yang rusak.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Para lulusan terbaik IPDN berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak buruh, petani hingga putra anggota TNI berpangkat bintara.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Jatuhnya korban jiwa dalam konflik horisontal yang terjadi menjadi indikator bahwa mekanisme resolusi konflik di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Indonesia
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Bagikan