Lebih dari Sekadar Tinju! Ini Dia Ajang yang Mengubah Hidup Petinju Muda Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 24 Juni 2025
Lebih dari Sekadar Tinju! Ini Dia Ajang yang Mengubah Hidup Petinju Muda Indonesia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tinju Indonesia kini memiliki wadah baru untuk mencetak talenta-talenta unggul lewat Ring Tarkam (antar kampus). Ajang tinju bergengsi dengan tagline “Tinjunya Anak Kampus” ini kembali hadir untuk ketiga kalinya sebagai sarana pembinaan dan pembuktian kemampuan petinju muda berbakat dari seluruh Indonesia.

"Lebih dari sekadar kompetisi, Ring Tarkam didesain untuk menumbuhkan semangat sportivitas dan memperkuat ekosistem tinju nasional, khususnya di kalangan generasi muda," tulis Ring Tarkam dalam keterangannya.

Sejak awal kemunculannya, Ring Tarkam telah menjadi fenomena baru dalam olahraga tinju. Dimulai dari Part 1 di Surabaya yang sukses besar, Part 2 di Alun-Alun Ponorogo berhasil menarik lebih dari 13.000 penonton dan menjelma menjadi pesta rakyat tinju. Kini, Ring Tarkam Part 3 siap mencetak rekor baru dengan skala yang lebih besar dan gaung regional.

Baca juga:

PERBATI Jadi Anggota World Boxing, Petinju Indonesia Bisa Berlaga di Kancah Internasional

Diselenggarakan oleh Gbrand Sport, Ring Tarkam Part 3 mendapat dukungan penuh dari raksasa media seperti MNC Media dan POPS. Hebatnya lagi, ajang ini akan disiarkan langsung ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Artinya, euforia tinju anak kampus tidak hanya bisa dinikmati penonton di lokasi, tetapi juga pecinta olahraga di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara!

Ring Tarkam Part 3 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2025, dengan total 17 laga bergengsi. Pertandingan ini mencakup 10 laga amatir, 6 laga profesional, dan 1 laga puncak perebutan Sabuk WBC Asia.

Selain itu, ada juga Sabuk Emas Bupati dan Sabuk Ring Tarkam yang prestisius, yang tidak hanya menjadi panggung bagi para petinju berprestasi, tetapi juga memacu semangat mereka untuk melaju ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Ring Tarkam Part 3 bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah misi besar untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia seperti era 80-an hingga awal 2000-an. Ajang ini juga diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Meskipun membawa atmosfer tinju profesional, event ini dirancang agar tetap merakyat dan mudah diakses oleh para pecinta tinju di seluruh tanah air, bahkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Baca juga:

Asosiasi Tinju Tolak Keinginan Jefri Nichol Lawan El Rumi Tanpa Pelindung Kepala

Sebagai bentuk penghormatan dan inspirasi, Ring Tarkam Part 3 akan menghadirkan legenda tinju Indonesia seperti Ellyas Pical, Daud Yordan, dan Chris John. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan generasi dan pengingat bahwa perjuangan serta dedikasi adalah kunci menuju prestasi gemilang.

Untuk diketahui, Ring Tarkam adalah buah karya seorang anak muda visioner bernama Muhammad Gibran Cahyaning Pengeran. Ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan, meski awalnya tanpa tim mapan dan sponsor raksasa.

Gibran, yang kini tercatat sebagai promotor tinju termuda peraih rekor MURI, yakin bahwa pendekatan sportainment adalah kunci untuk membuat tinju lebih dekat dan menarik bagi generasi baru.

“Ring Tarkam adalah ruang bagi anak-anak muda untuk belajar dan berkompetisi, sekaligus membawa tinju lebih populer dan dicintai. Saya berharap ajang ini bisa melahirkan bintang-bintang baru yang kelak membawa harum nama Indonesia,” tutur Gibran.

Gibran memilih jalur sportainment untuk membangkitkan tinju nasional, sekaligus membuktikan bahwa olahraga bisa digelar secara profesional, menghibur, dan edukatif. Melalui Ring Tarkam ia menciptakan platform bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka dalam olahraga tinju, sambil tetap menjaga nilai-nilai pendidikan dan kehidupan yang sederhana.

#Tinju #Petinju Nasional #Kampus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus, Fokus Cetak SDM dan Pemimpin Masa Depan
Universitas Republik Indonesia (URI) resmi dipimpin Donny Ermawan Taufanto dan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan kepemimpinan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus, Fokus Cetak SDM dan Pemimpin Masa Depan
Olahraga
Sidang PTUN Pertina, Sekjen NOC Indonesia Jelaskan Pencabutan Pengakuan IBA oleh IOC
Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi menjelaskan kronologi pencabutan pengakuan IBA oleh IOC saat menjadi saksi dalam sidang gugatan Pertina di PTUN Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Sidang PTUN Pertina, Sekjen NOC Indonesia Jelaskan Pencabutan Pengakuan IBA oleh IOC
Indonesia
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
DPR menilai kasus dugaan kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat dan tak boleh ditutup-tutupi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
Indonesia
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menilai rencana penutupan prodi yang dianggap tidak relevan berisiko mengancam kebebasan akademik dan keragaman ilmu pengetahuan.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Indonesia
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Perbuatan tersebut telah mencoreng muruah dunia pendidikan serta profesi kedokteran.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Indonesia
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Prodi yang dianggap kurang relevan sebaiknya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kekayaan budaya lokal.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi menutup prodi tak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai 8 industri strategis.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Indonesia
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
DPR soroti maraknya kekerasan seksual di kampus. Rektor diminta tegas, termasuk awasi ruang digital mahasiswa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
Olahraga
Pertina NTT Desak Kejelasan Legalitas Perbati, Sengketa dengan Menpora Masih Berlanjut
Pertina NTT mengambil langkah dalam sengketa hukum melawan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Soffi Amira - Selasa, 14 April 2026
Pertina NTT Desak Kejelasan Legalitas Perbati, Sengketa dengan Menpora Masih Berlanjut
Bagikan