MerahPutih.com - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah tegas dalam sengketa hukum melawan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Setelah persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (13/4) lalu, Ketua Pertina NTT, Semuel Haning, didampingi Shelly Selowati Soejono dan jajaran DPP Pertina, mengungkap sejumlah fakta baru yang mengarah pada ranah pidana.
Legal Standing Perbati Dipertanyakan
Pada sidang keempat tersebut, pihak Menpora melalui kuasa hukumnya disebut belum mampu menunjukkan bukti Administrasi Hukum Umum (AHU) dari Kementerian Hukum dan HAM yang melegalkan organisasi Perbati.
“Hakim Ketua sudah memberikan kesempatan sejak awal agar persidangan lebih cepat, namun pihak Menpora tetap tidak bisa membuktikan legal standing Perbati secara sah. Padahal, KONI Pusat sudah mengeluarkan surat tegas bahwa hanya Pertina di bawah pimpinan Hillary Brigitta Lasut yang sah,” ujar Semuel.
Semuel menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada gugatan perdata. Pertina NTT kini tengah menyiapkan laporan pidana umum dan khusus yang dijadwalkan diajukan dalam waktu dekat.
Baca juga:
“Kami menduga adanya upaya memasukkan dokumen-dokumen yang tidak benar. Ada tiga akta yang kami soroti, di antaranya terkait ‘Perkumpulan Sasana Besar Tinju Indonesia’ dan ‘Pengurus Besar Tinju’. Kami akan melaporkan ini dengan Pasal 391 KUHP jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti untuk membawa persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi tindak pidana khusus.
Ada Dugaan Manipulasi Status Atlet
Salah satu poin krusial yang diungkap adalah dugaan manipulasi status atlet. Semuel mengungkapkan pengalaman atlet asal NTT yang dipanggil ke pelatnas SEA Games.
“Atlet NTT yang saya rekomendasikan dari Pertina, setibanya di Pelatnas, justru diberikan kartu Perbati. Ini persoalan serius dan akan kami tuntut semua! Ini sudah mengarah pada tindakan yang tidak benar terhadap masa depan atlet kita,” ujarnya.
Baca juga:
Indonesia Siap Tempur di Asian Beach Games 2026, 24 Atlet Turun di 3 Cabor
Semuel JUGA meminta seluruh atlet dan pelatih di bawah naungan Pertina di seluruh Indonesia tetap fokus berlatih dan tidak terpengaruh isu dualisme.
“Saya harapkan seluruh atlet dan pelatih tetap melaksanakan kegiatan. Tidak ada dua matahari dalam tinju amatir Indonesia. Hanya ada satu matahari, yaitu Ketua Umum kita, Hillary Brigitta Lasut. Kami minta Menpora dan KONI segera duduk bersama untuk mengklarifikasi ini berdasarkan fakta organisasi, bukan hanya memberikan komentar tanpa solusi,” pungkasnya. (*)