Sidang PTUN Pertina, Sekjen NOC Indonesia Jelaskan Pencabutan Pengakuan IBA oleh IOC

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Sidang PTUN Pertina, Sekjen NOC Indonesia Jelaskan Pencabutan Pengakuan IBA oleh IOC

Sekjen NOC Indonesia, Wijaya Noeradi. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Wijaya Noeradi, hadir sebagai saksi yang dihadirkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam sidang gugatan sengketa yang diajukan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (1/7).

Dalam persidangan, Rabu (1/7), Wijaya diminta menjelaskan tata kelola organisasi tinju amatir di tingkat internasional, termasuk kronologi pencabutan pengakuan terhadap International Boxing Association (IBA) oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Saya sampaikan penjelasan secara kronologis bagaimana federasi internasional di mana Pertina berafiliasi itu dicabut pengakuannya oleh (Komite Olimpiade Internasional) IOC. Saya sebutkan kapan itu terjadi termasuk di Juni 2023 IOC mencabut pengakuan terhadap IBA. IBA sempat mengajukan banding Pengadilan Swiss lalu banding ditolak,

Sekjen NOC Indonesia, Wijaya Noeradi.

IOC Cabut Pengakuan terhadap IBA

IOC sebelumnya mencabut pengakuan terhadap IBA menyusul persoalan tata kelola dan korupsi yang melibatkan organisasi tersebut.

Sebagai tindak lanjut, IOC mengakui World Boxing sebagai badan resmi penyelenggara cabang olahraga tinju pada ajang Olimpiade.

Wijaya mengatakan, setelah keputusan tersebut, NOC Indonesia menerima pemberitahuan dari IOC bahwa setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC) di dunia wajib memutus hubungan dengan IBA.

"Itu putusan yang saya sampaikan," ujar Wijaya.

Baca juga:

NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional

Menurut Wijaya, dalam persidangan dirinya juga dimintai keterangan mengenai proses keluarnya Pertina dari keanggotaan IBA.

"Kan ada instruksi dari IOC harus kami lakukan. Kami juga belum menerima surat dari Pertina cabut dari IBA. Keputusan kami jelas, federasi harus ikut organisasi internasional yang diakui IOC. Mereka ingin pastikan ada kepatuhan terhadap Olympic Charter," jelasnya.

Ia menegaskan, federasi nasional yang tidak bergabung dengan organisasi internasional yang diakui IOC akan berdampak pada keikutsertaan atlet di berbagai ajang olahraga multievent.

"Jangankan Olimpiade, SEA Games aja tak bisa ikut," tutur Wijaya.

Baca juga:

NOC Indonesia Dorong Organisasi Olahraga Mandiri demi Prestasi Dunia

Wijaya berharap sengketa yang tengah bergulir tidak mengganggu pembinaan atlet tinju Indonesia. Ia meminta seluruh pengurus lebih mengutamakan kepentingan atlet dibanding ambisi pribadi.

"Kami ingin atlet ini bisa bertanding di ajang multievent. Jangan sampai mereka terganggu pembinaannya dan bisa tetap bertanding. Sengketa harus diselesaikan lewat prosedur yang ada. Semua atlet harus dirangkul," tutup Wijaya.

Gugatan Pertina di PTUN

Secara garis besar, gugatan yang bergulir di PTUN Jakarta mempersoalkan dualisme kepengurusan, transparansi legalitas organisasi tinju nasional, serta surat keputusan (SK) atau kebijakan Kemenpora yang dinilai memicu persoalan dalam tata kelola olahraga tinju amatir di Indonesia.

Pihak penggugat, yang salah satunya berasal dari perwakilan kepengurusan daerah maupun nasional, menggugat Menpora Erick Thohir terkait kejelasan status keabsahan federasi. Mereka juga menuntut transparansi penuh atas kebijakan Kemenpora yang dinilai melahirkan atau mengakui organisasi Perbati. (Knu)

#NOC Indonesia #Komite Olimpiade Internasional (IOC) #Tinju #PERBATI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Perhatian terhadap persoalan nonteknis diperlukan agar atlet dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pertandingan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Olahraga
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Asian Games Aichi Nagoya mempertandingkan 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, berkurang 12 nomor dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Olahraga
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Pembinaan atlet saat ini harus mempersiapkan kehidupan mereka, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Olahraga
NOC Indonesia Buka Skema Cabor Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026, Ada Syarat Ketat
NOC Indonesia membuka skema cabor yang berangkat mandiri ke Asian Games 2026. Namun, ada syarat yang harus diperhatikan.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
NOC Indonesia Buka Skema Cabor Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026, Ada Syarat Ketat
Olahraga
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu dasar penundaan kongres yang memuat agenda pemilihan kepengurusan hingga Maret 2029.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Olahraga
FIP Bronze Bukan Hanya Ajang Kompetisi, Tapi Bikin Padel Jadi Olah Raga Populer d Indonesia
Kehadiran peserta internasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan turnamen padel berskala dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
FIP Bronze Bukan Hanya Ajang Kompetisi, Tapi Bikin Padel Jadi Olah Raga Populer d Indonesia
Olahraga
Skateboard Indonesia Bidik 3 Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Skateboard Indonesia memasang target tinggi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membidik tiga medali. NOC Indonesia mulai pantau kesiapan atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Skateboard Indonesia Bidik 3 Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Olahraga
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Langkah ini dilakukan NOC Indonesia mengikuti IWG Global Summit on Women & Sport 2026 di Birmingham, Inggris.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Berita
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Atlet Indonesia akan menginap di kapal pesiar selama Asian Games 2026. Hal itu diungkapkan CdM Asian Games 2026.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Olahraga
NOC Indonesia Tinjau Kesiapan Asian Games 2026 di Jepang, Pastikan Atlet Dapat Fasilitas Terbaik
NOC Indonesia meninjau kesiapan Asian Games 2026 di Jepang. Atlet Indonesia dipastikan bakal mendapat dukungan maksimal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
NOC Indonesia Tinjau Kesiapan Asian Games 2026 di Jepang, Pastikan Atlet Dapat Fasilitas Terbaik
Bagikan