MerahPutih.com - Banten sukses menjadi tuan rumah dunia olahraga dalam ajang FIP Bronze, salah satu turnamen padel internasional yang berada di bawah naungan Federation International Padel (FIP). Laga ini berlangsung di lapangan Dewa United Padel di BSD, Tangerang sejak 14-19 Juli 2026.
Kehadiran ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para pemain dari berbagai negara, tetapi juga diharapkan mampu memperluas popularitas padel di Indonesia, khususnya di wilayah Banten.
Ketua PB Padel Banten Ardian Satya Negara as Chief Executive Officer (CEO), Club President, or General Chairman of Dewa United FC menegaskan, kejuaraan yang berlangsung di Dewa United Padel ini bukan merupakan turnamen milik Dewa United, melainkan bagian dari kalender resmi Federasi Internasional Padel.
Ini acara turnamen internasional dari Federation International Padel. Kalau tujuannya untuk meramaikan dan membuat olahraga padel ini sendiri makin dikenal luas di kalangan dan warga Banten, dan juga Indonesia,
ujarnya.
Baca juga:
Turnamen ini, mendapat respons yang cukup besar dari komunitas padel dunia. Tercatat sebanyak 141 pasangan (pair) ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta berasal dari kategori putra, sementara sisanya berasal dari kategori putri.
Menariknya, FIP Bronze Banten menerapkan sistem open tournament, sehingga tidak membedakan antara pemain profesional maupun amatir. Siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat berpartisipasi dan merasakan atmosfer kompetisi internasional.
Tak hanya diikuti peserta dalam negeri, turnamen ini juga menarik perhatian atlet dari berbagai belahan dunia. Peserta berasal dari sekitar 20 hingga 30 negara, mulai dari kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
"Ada dari Kuwait, Oman, dari Jepang, pokoknya dari Asia maupun dari Timur Tengah juga semua ada. Dari Belanda pun ada. Mereka terbang semua untuk datang ke sini. Makanya bagian jadi sport entertainment juga kan, biar diperkenalkan juga kan," katanya.
Kehadiran peserta internasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan turnamen padel berskala dunia.
Bagi Banten sendiri, penyelenggaraan FIP Bronze menjadi catatan tersendiri. Ardian menjelaskan bahwa seri ini merupakan FIP Bronze ketiga yang digelar di Indonesia, setelah sebelumnya berlangsung di Yogyakarta dan Jakarta.
"Yang di Indonesia, Banten adalah tempat ketiga. Pertama itu ada FIP di Yogyakarta, kedua belum lama ini minggu lalu ada di Jakarta, sekarang yang ini di Banten, yang ketiga," jelasnya.
Ia memastikan, turnamen seperti ini bukan agenda satu kali, melainkan akan terus masuk dalam kalender kompetisi tahunan. Diharapkan, kehadiran turnamen internasional ini berhasil menarik perhatian tidak hanya para pencinta padel, tetapi juga masyarakat yang ingin mengenal olahraga tersebut lebih dekat.
PB Padel Banten berharap penyelenggaraan turnamen internasional dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembinaan atlet di daerah. Dengan dukungan fasilitas seperti Dewa United Padel dan semakin banyaknya kompetisi yang digelar, Banten diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat berprestasi di level nasional maupun internasional.
"Harapannya untuk perkembangan padel di Banten, semoga dengan adanya Dewa United juga di Banten, bisa menciptakan atlet-atlet padel yang bisa berguna juga untuk nusa dan bangsa sih, Merah Putih," tutup Ardian. (far)

