MerahPutih.com - Perburuan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak boleh membuat aspek keselamatan dan kesejahteraan atlet terabaikan.
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyiapkan dua petugas khusus atau Safeguarding Officer untuk memastikan anggota kontingen mendapatkan perlindungan selama berlaga di Jepang.
Dua Safeguarding Officer tersebut adalah Tabitha Sumendap dan Dr. Sophia Hage. Keduanya telah mengantongi sertifikasi dari Safe Sport Commission Singapore.
Mereka akan memberikan pendampingan kepada atlet maupun ofisial selama pelaksanaan Asian Games.
Baca juga:
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Safeguarding Tak Sekadar Menangani Masalah
Langkah NOC Indonesia tersebut menunjukkan bahwa tuntutan terhadap atlet untuk berprestasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menciptakan lingkungan olahraga yang aman.
Safeguarding Officer nantinya tidak hanya bertindak ketika terjadi persoalan. Mereka juga memberikan edukasi, pendampingan, sekaligus menjadi pintu awal koordinasi apabila terdapat persoalan yang menyangkut keselamatan, perlindungan, atau kesejahteraan anggota kontingen.
Untuk memudahkan akses, kedua petugas tersebut akan bergerak secara mobile ke venue pertandingan maupun Athlete Village.
Dengan begitu, atlet dan ofisial dapat lebih mudah mendapatkan pendampingan ketika membutuhkan dukungan.
Safeguarding bukan hanya tentang menangani ketika terjadi sesuatu yang salah, tetapi membangun budaya olahraga yang mengedepankan keselamatan, rasa hormat, martabat, dan kesejahteraan setiap individu,
Safeguarding Officer Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Tabitha Sumendap.
Menurut Tabitha, Asian Games menjadi momentum untuk menguji sekaligus menerapkan praktik safe sport dalam lingkungan kompetisi internasional.
Pengalaman tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di Indonesia.
Baca juga:
Presiden Prabowo Siapkan Bonus Rp 3 Miliar bagi Peraih Medali Emas Asian Games 2026
Sophia Hage Rangkap Tugas sebagai Dokter Tim
Sementara itu, Sophia Hage membawa perspektif yang lebih luas karena menjalankan dua fungsi sekaligus sebagai dokter tim dan Safeguarding Officer.
Menurut dia, menjaga atlet tidak cukup hanya dengan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis ketika mengalami masalah fisik.
Sebagai dokter dan Safeguarding Officer, saya melihat kesehatan dan keselamatan atlet bukan hanya persoalan medis. Atlet juga harus merasa aman, dihormati, didengar, dan terlindungi dalam lingkungan olahraga,
Safeguarding Officer Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sophia Hage.
Pandangan tersebut menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan atlet sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan olahraga secara keseluruhan.
Baca juga:
eFootball Jadi Andalan, Esports Indonesia Optimistis Raih Emas di Asian Games 2026
Bekal Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
NOC Indonesia menempatkan program safeguarding sebagai bagian dari agenda Sports for All untuk membangun ekosistem olahraga yang aman, sehat, inklusif, dan bermartabat.
Penguatan perlindungan atlet juga diarahkan menjadi bekal jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
NOC Indonesia ingin pengalaman di Aichi-Nagoya tidak berhenti sebagai program selama Asian Games, tetapi berkembang menjadi budaya dalam pengelolaan olahraga nasional.
“Kami ingin safeguarding menjadi budaya, bukan sekadar prosedur. Apa yang kami praktikkan dan pelajari di Aichi-Nagoya akan menjadi bagian dari pengembangan kapasitas yang lebih luas menuju LA 2028,” kata Tabitha. (Knu)