Debut di Asian Games 2026, Lifter Indonesia Rizki Juniansyah Siap Hadapi Tantangan di Kelas Baru

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 10 September 2026
Debut di Asian Games 2026, Lifter Indonesia Rizki Juniansyah Siap Hadapi Tantangan di Kelas Baru

Menpora Erick Thohir dan Rizki Juniansyah (Dok.Kemenpora)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lifter Indonesia Rizki Juniansyah akan menghadapi tantangan besar dalam debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mengingat peraih emas Olimpiade Paris 2024 akan naik kelas, karena disiapkan tampil di nomor 85 kilogram putra.

Turun di kelas baru menjadi pengalaman berbeda bagi Rizki yang sebelumnya berjaya di kelas 73 kg. Meski begitu, lifter berusia 23 tahun tersebut menegaskan target tinggi yang melekat padanya bukan sebuah beban.

Sebenarnya bukan beban ya bagi saya. Itu sebagai motivasi bagi saya untuk semangat lagi buat bertanding,

kata Rizki seusai pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara

Rizki Juniansyah Ingin Tampil Tanpa Beban

Rizki menyadari tuntutan untuk meraih medali bisa menjadi tekanan tersendiri. Karena itu, ia memilih menjaga ketenangan dan menikmati proses persiapan agar dapat tampil optimal di arena.

Baca juga:

Nagoya Diterjang Banjir saat Asian Games Tinggal 10 Hari, Kontingen Indonesia Mulai Cari Solusi

Karena buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, pribadi saya, kita akan jelek di pertandingan. Jadi saya bakal tetap bawa enjoy,

ujarnya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi penampilan perdana Rizki di pesta olahraga terbesar Asia. Namun, debut tersebut langsung diwarnai tantangan karena ia harus beradaptasi dengan kelas 85 kg.

Berdasarkan daftar atlet Indonesia, Rizki akan tampil di kelas 85 kg, sedangkan rekan senegaranya, Rahmat Erwin Abdullah, turun pada kelas 75 kg. Keduanya kini berada di kelas berbeda setelah sebelumnya sama-sama diproyeksikan untuk kelas 75 kg.

Rizki mengungkapkan berat badannya saat ini berada di kisaran 78 kg. Oleh sebab itu, peningkatan berat badan harus dilakukan secara terukur agar tidak sekadar menambah bobot, tetapi juga meningkatkan kekuatan.

"Karena memang saya naik berat badan bukan asal naik-naik aja, tapi harus mempunyai power yang bermanfaat buat bertanding," kata Rizki.

Penyesuaian dilakukan melalui pengaturan nutrisi, latihan, dan kondisi fisik demi mendapatkan komposisi tubuh ideal untuk bersaing di kelas yang lebih tinggi.

Angkat Besi Jadi Andalan Medali Indonesia

Berbekal status sebagai juara Olimpiade Paris 2024, Rizki tetap menjadi salah satu tumpuan Indonesia di cabang angkat besi. PB PABSI menargetkan empat medali dari delapan lifter yang dibawa ke Aichi-Nagoya, tanpa menetapkan warna medali maupun atlet tertentu sebagai target utama.

Baca juga:

Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026, Janjikan Bonus Rp 3 Miliar untuk Emas

Yang penting saya jalan sendiri, saya yang penting sudah bisa berusaha yang terbaik buat Indonesia,

ujar Rizki.

Selain Rizki dan Rahmat, sektor putra Indonesia diperkuat Ricko Saputra di kelas 60 kg dan Eko Yuli Irawan pada 65 kg.

Sementara itu, sektor putri diisi Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg), Juliana Klarisa (53 kg), Natasya Beteyob (61 kg), serta Indah Afriza (69 kg).

Rahmat datang sebagai juara bertahan setelah merebut emas kelas 73 kg pada Asian Games Hangzhou 2022. Adapun Rizki akan merasakan atmosfer Asian Games untuk pertama kalinya dengan tantangan tambahan berupa perpindahan ke kelas 85 kg. (*)

#Rizki Juniansyah #Angkat Besi #Asian Games #Asian Games 2026
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Para Atletik, Buka Potensi Tambahan Pundi Medali Emas Bagi Indonesia
Fauzi Purwolaksono akan mengikuti final lempar lembing putra F56/F57 pukul 18.45, Lia Priyanti bertanding pada final tolak peluru putri F42-44/F62/F64 pukul 19.47, dan Jaenal Aripin turun pada final 400 meter putra T54 pukul 20.00.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Para Atletik, Buka Potensi Tambahan Pundi Medali Emas Bagi Indonesia
Indonesia
Terpaut Tipis Dari Thailand, Ken/Arif Persembahkan Perak Para Panahan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Ken/Arif harus mengakui keunggulan pasangan Thailand dengan skor tipis 147-150 dalam pertandingan perebutan medali emas tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Terpaut Tipis Dari Thailand, Ken/Arif Persembahkan Perak Para Panahan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Olahraga
PBSI Guyur Bonus Miliaran Rupiah untuk Skuad Bulu Tangkis Indonesia Usai Lampaui Target Emas Asian Games 2026
Ketua Umum PB PBSI Fadil Imran menegaskan peran vital tim pendukung di balik layar proses panjang kejuaraan.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Oktober 2026
PBSI Guyur Bonus Miliaran Rupiah untuk Skuad Bulu Tangkis Indonesia Usai Lampaui Target Emas Asian Games 2026
Olahraga
Momentum Positif Asian Games Jangan Hilang, PBSI Kejar Gelar di Eropa
PBSI membidik gelar di tur Eropa 2026 setelah Asian Games Aichi-Nagoya. Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama.
Frengky Aruan - Rabu, 07 Oktober 2026
Momentum Positif Asian Games Jangan Hilang, PBSI Kejar Gelar di Eropa
Olahraga
Alwi Farhan dan Ubed Melejit, Fadil Imran Justru Gelisah: PBSI Tak Boleh Terlena
Regenerasi menjadi pekerjaan besar PBSI, terlebih setelah sejumlah negara mulai berani mengandalkan pebulu tangkis muda di level elite dunia.
Frengky Aruan - Rabu, 07 Oktober 2026
Alwi Farhan dan Ubed Melejit, Fadil Imran Justru Gelisah: PBSI Tak Boleh Terlena
Olahraga
Indonesia Lampaui Target Emas di Aichi-Nagoya 2026, Peringkat 16 Jadi Bahan Evaluasi
Tim Indonesia melampaui target medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Finis peringkat 16, jadi peluang besar untuk meningkatkan prestasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Indonesia Lampaui Target Emas di Aichi-Nagoya 2026, Peringkat 16 Jadi Bahan Evaluasi
Olahraga
Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Lampaui Target Emas
Indonesia membawa 39 medali dari Asian Games 2026. Pencapaian itu melampaui target emas. Lalu, Indonesia juga mencatatkan sembilan rekor.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Lampaui Target Emas
Olahraga
Api Asian Games 2026 Aichi-Nagoya Padam! China Juara Umum, Sampai Jumpa di Doha 2030
Upacara penutupan Asian Games 2026 digelar meriah di Nagoya. China sabet juara umum, Indonesia finish ke-16. Sampai jumpa di Asian Games Doha 2030!
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Api Asian Games 2026 Aichi-Nagoya Padam! China Juara Umum, Sampai Jumpa di Doha 2030
Olahraga
350 Rekor Baru Pecah di Asian Games 2026, Atlet Indonesia Sumbang 2 Nama
Pesta olahraga Asian Games 2026 resmi berakhir dengan deretan prestasi manis bagi atlet muda Tanah Air.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
350 Rekor Baru Pecah di Asian Games 2026, Atlet Indonesia Sumbang 2 Nama
Olahraga
Indonesia Peringkat 16 Asian Games 2026 Nagoya, Capaian Medali Emas Turun Tapi Target Jebol
Kontingen Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 Nagoya di posisi ke-16 dengan raihan 5 medali emas, melampaui target.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Indonesia Peringkat 16 Asian Games 2026 Nagoya, Capaian Medali Emas Turun Tapi Target Jebol
Bagikan