MerahPutih.com - Lifter Indonesia Rizki Juniansyah akan menghadapi tantangan besar dalam debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mengingat peraih emas Olimpiade Paris 2024 akan naik kelas, karena disiapkan tampil di nomor 85 kilogram putra.
Turun di kelas baru menjadi pengalaman berbeda bagi Rizki yang sebelumnya berjaya di kelas 73 kg. Meski begitu, lifter berusia 23 tahun tersebut menegaskan target tinggi yang melekat padanya bukan sebuah beban.
Sebenarnya bukan beban ya bagi saya. Itu sebagai motivasi bagi saya untuk semangat lagi buat bertanding,
kata Rizki seusai pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara
Rizki Juniansyah Ingin Tampil Tanpa Beban
Rizki menyadari tuntutan untuk meraih medali bisa menjadi tekanan tersendiri. Karena itu, ia memilih menjaga ketenangan dan menikmati proses persiapan agar dapat tampil optimal di arena.
Baca juga:
Nagoya Diterjang Banjir saat Asian Games Tinggal 10 Hari, Kontingen Indonesia Mulai Cari Solusi
Karena buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, pribadi saya, kita akan jelek di pertandingan. Jadi saya bakal tetap bawa enjoy,
ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi penampilan perdana Rizki di pesta olahraga terbesar Asia. Namun, debut tersebut langsung diwarnai tantangan karena ia harus beradaptasi dengan kelas 85 kg.
Berdasarkan daftar atlet Indonesia, Rizki akan tampil di kelas 85 kg, sedangkan rekan senegaranya, Rahmat Erwin Abdullah, turun pada kelas 75 kg. Keduanya kini berada di kelas berbeda setelah sebelumnya sama-sama diproyeksikan untuk kelas 75 kg.
Rizki mengungkapkan berat badannya saat ini berada di kisaran 78 kg. Oleh sebab itu, peningkatan berat badan harus dilakukan secara terukur agar tidak sekadar menambah bobot, tetapi juga meningkatkan kekuatan.
"Karena memang saya naik berat badan bukan asal naik-naik aja, tapi harus mempunyai power yang bermanfaat buat bertanding," kata Rizki.
Penyesuaian dilakukan melalui pengaturan nutrisi, latihan, dan kondisi fisik demi mendapatkan komposisi tubuh ideal untuk bersaing di kelas yang lebih tinggi.
Angkat Besi Jadi Andalan Medali Indonesia
Berbekal status sebagai juara Olimpiade Paris 2024, Rizki tetap menjadi salah satu tumpuan Indonesia di cabang angkat besi. PB PABSI menargetkan empat medali dari delapan lifter yang dibawa ke Aichi-Nagoya, tanpa menetapkan warna medali maupun atlet tertentu sebagai target utama.
Baca juga:
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026, Janjikan Bonus Rp 3 Miliar untuk Emas
Yang penting saya jalan sendiri, saya yang penting sudah bisa berusaha yang terbaik buat Indonesia,
ujar Rizki.
Selain Rizki dan Rahmat, sektor putra Indonesia diperkuat Ricko Saputra di kelas 60 kg dan Eko Yuli Irawan pada 65 kg.
Sementara itu, sektor putri diisi Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg), Juliana Klarisa (53 kg), Natasya Beteyob (61 kg), serta Indah Afriza (69 kg).
Rahmat datang sebagai juara bertahan setelah merebut emas kelas 73 kg pada Asian Games Hangzhou 2022. Adapun Rizki akan merasakan atmosfer Asian Games untuk pertama kalinya dengan tantangan tambahan berupa perpindahan ke kelas 85 kg. (*)