Lari Berlebihan Buruk untuk Kesehatan
Lari berlebihan ternyata tidak selalu baik bagi kesehatan. (Foto Pexels@Pixabay)
LARI kabarnya jadi salah satu olahraga yang sangat baik untuk dilakukan. Sayangnya segala sesuatu yang terlalu berlebihan tidak selalu berakhir baik. Lari berlebihan amat buruk untuk kesehatan.
Ada tiga masalah kesehatan yang akan muncul jika terlalu sering berlari. Apa saja?
Baca juga:
1. Membuat kulit menua
Berlari memang punya segudang manfaat bagi kesehatan. Demikian laporan laman The List. Mulai dari meningkatkan kesehatan jantung, memproduksi endorfin untuk memperbaiki suasana hati, dan tentunya membakar banyak kalori.
Namun di balik itu semua, berlari terlalu banyak malah membuat kita jadi terlihat tua lho. Itu karena ketika berlari di luar ruangan kulitmu langsung terpapar sinar matahari.
Selain berbahaya buat kesehatan kulit, sinar UV dari matahari membuat kulit menua. Makanya penting banget memakai tabir surya ketika sedang berolahraga.
2. Berbahaya bagi otot
Mindy Solkin, seorang pelatih di New York, menyebutkan bahwa berlari terlalu sering akan menyebabkan otot, sendi, dan ligamen menjadi tegang. Jika bukan untuk berkompetisi, kamu sebaiknya hanya boleh berlari tiga atau empat hari dalam seminggu.
Tidak hanya itu, olahraga ini ternyata hanya bermanfaat untuk kardio saja, bukan untuk menambah otot. Ada beberapa kekurangan dari berlari terlalu sering menurut Nico Algieri, co-founder Equilibrium Gym.
Baca juga:
Pertama massa ototmu akan menjadi rendah. Hal ini akan membuatmu jadi tidak punya kekuatan lebih. Hasilnya daya tahan ototmu menjadi lemah ketika sedang mengangkat beberapa benda berat.
Kemudian mobilitas dan fleksibilitas tubuhmu juga akan memburuk. Algieri menyarankan untuk melakukan beberapa variasi olahraga. Ada hari ketika kamu memang perlu berlari, namun keesokan harinya gantilah dengan olahraga yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan manfaat maksimal dari segala jenis olahraga.
3. Menyebabkan masalah pada jantung
Laman NPR menyebutkan lari terlalu sering akan menimbulkan fibrosis yang membuat detak jantung jadi tidak teratur. Olahraga berkepanjangan juga dapat menyebabkan stres oksidatif.
Artinya, penumpukan radikal bebas yang dapat mengikat kolesterol justru akan menyebabkan plak di arteri. Hal ini tentunya malah jadi membuat masalah baru pada kesehatan jantungmu.
Jadi bukannya tidak boleh berlari tapi pastikan lakukan olahraga ini dengan dosis yang tepat ya. Soalnya jika dilakukan berlebihan, bukannya untung malah buntung. (sam)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya