Langsung Insecure Waktu Lihat Teman Lebih Produktif?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 05 Oktober 2020
Langsung Insecure Waktu Lihat Teman Lebih Produktif?

Sering kali merasa insecure ketika melihat teman lebih produktif di media sosial. (Foto: Unsplash/Becca Tape)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LIHAT Instagram story teman yang lagi berkebun, memasak, atau melakukan kegiatan lain yang lebih bernilai dibandingkan cuma rebahan. Karena hal itu bikin frustasi sendiri. Banyak dari kita, selama 24 jam hanya menatap laptop atau malah cuma rebahan saja.

Media sosial memang 'racun' buat pikiran kita. Lihat yang lebih baik dikit dari kita langsung bawaannya insecure. Dilansir dari Alodokter, insecure menggambarkan perasaan tidak aman yang bisa membuat seseorang merasa gelisah, takut, atau menjadi tidak percaya diri.

Baca juga:

Bisa Waras Bermain Game Online Semasa Pandemi?

Tapi, Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Alexandra Gabriell mengatakan seseorang tetap membutuhkan rasa insecure untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Namun, ketika insecure berubah menjadi sebuah obsesi tetap perlu dicurigai karena bisa mengarah pada kompetitif yang tidak sehat.

Lewat media sosial sering kali menimbulkan rasa insecure. (Foto: Unsplash/William Iven)
Lewat media sosial sering kali menimbulkan rasa insecure. (Foto: Unsplash/William Iven)

"Biasanya mereka ini ada rasa minder dan kalah dibandingkan dengan orang lain," ungkap Alexa kepada Merahputih.com.

Ada kondisi di mana kita bisa mengindikasikan rasa itu adalah rasa insecure. Di saat kita merasa di posisi yang tidak aman, bisa karena merasa kalah dibandingkan orang lain atau merasa tidak layak diperlakukan baik. Hal ini yang menjadikan kita sering kali tidak percaya dan merasa ada yang kurang dari diri kita.

Baca juga:

Menstruasi Tidak Teratur Terkait Risiko Kematian Dini?

Bila rasa insecure ini dibiarkan berlarut-larut dalam pikiran, nantinya bisa berkembang ke masalah psikologis lain. Mulai dari depresi, kecemasan, atau masalah lain yang berkaitan dengan kurangnya penerimaan diri kita.

Sebelum rasa insecure itu berkembang menjadi masalah besar, sebaiknya cepat sadari dan selesaikan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menepisnya, pertama dengan menyadari potensi diri kita. Hal ini bisa dimulai dengan menerima apa yang tidak bisa diubah dari diri kita dan memaksimalkan versi terbaik dari diri kita.

Mengenali potensi diri dan lakukan hal yang kita sukai.(Foto: Unsplash/Nirmal Rajendharkumar)
Mengenali potensi diri dan lakukan hal yang kita sukai.(Foto: Unsplash/Nirmal Rajendharkumar)

"Menghargai progres yag kita lakukan sesuai kesempatan yang kita punya karena kesempatan setiap orang berbeda-beda," katanya.

Jadi, ketika kita sudah mengenali potensi dan bagian terbaik dari diri saatnya untuk memotivasi diri menjadi lebih produktif. Ia mengatakan, kita harus tahu terlebih dahulu hal apa yang kita sukai dan jadikan itu sebagai reward ketika sudah dilakukukan. Selain itu, lakukan hal-hal yang memiliki tujuan personal. Bukan untuk menyenangkan atau mengikuti standar orang lain.

"Buat Planning yang terukur sehingga kita bisa tahu progres kita sejauh apa," tutup Alexa. (Ren)

Baca juga:

Supaya Anak Tahan Banting di Masa Pandemi

#Oktober Satgas Waras #Kesehatan #Psikologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan