Lambung Tak Boleh Sakit

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 14 Juni 2023
Lambung Tak Boleh Sakit

Lambung bertugas memecah makanan dan minuman yang kamu konsumsi menjadi cairan berbentuk pasta. (freepik/macrovector)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI organ sistem pencernaan, lambung memiliki peran dan fungsi penting bagi tubuh kita. Lambung bertugas memecah makanan dan minuman yang kamu konsumsi menjadi cairan berbentuk pasta agar nutrisi di dalamnya mudah diserap oleh usus halus.

Selain itu, lambung juga bertugas membunuh kuman atau bakteri yang mungkin saja terkandung pada makanan atau minuman yang kamu konsumsi. Namun hati-hati untuk selalu menjaga kesehatan lambungmu. Melansir dari laman Healthline, terdapat beberapa macam penyakit pada lambung.

Baca Juga:

Studi Ungkap Kemampuan tak Terbatas Kanker untuk Berevolusi

lambung
Penderita gastritis bisa mengalami muntah dan mual. (freepik/jcomp)

Gastritis


Gastritis atau peradangan pada dinding lambung terbagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan kronis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang, konsumsi alkohol secara berlebihan, hingga adanya penyakit autoimun.

Pada sebagian orang, gastritis dapat terjadi tanpa disertai gejala. Namun, jika menimbulkan gejala, penderita gastritis bisa mengalami muntah, mual, cegukan, nyeri pada ulu hati, hingga buang air besar dengan tinja berwarna hitam. Gastritis dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderitanya, seperti tukak lambung, pendarahan lambung, dan kanker lambung.

GERD


GERD (gastroesophageal reflux disease), yang juga dikenal sebagai penyakit asam lambung, merupakan kondisi dimana makanan atau minuman yang telah bercampur dengan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya rasa asam atau pahit pada mulut dan sensasi terbakar di dada.

Penderita GERD juga bisa mengalami mual, muntah, sakit tenggorokan, dan sulit tidur. Dalam jangka panjang dan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menyebabkan iritasi serta perdarahan pada kerongkongan dan bahkan kanker esofagus.

Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka akibat pengikisan pada dinding lambung atau usus halus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau konsumsi obat antiradang, seperti aspirin dan ibuprofen, secara berlebihan.

Seseorang yang mengalami tukak lambung dapat merasakan beberapa gejala, seperti perut kembung, mual, sering sendawa, nyeri ulu hati, bahkan muntah darah. Gejala ini juga bisa memburuk saat penderitanya mengalami stres, mengonsumsi makanan pedas atau asam secara berlebihan, serta merokok dan minum alkohol.

Baca Juga:

Histerektomi Bantu Perempuan dengan Kanker Serviks

lambung
Sakit tukak lambung dapat merasakan beberapa, salah satunya nyeri ulu hati. (freepik/jcomp)

Gastroparesis


Otot lambung bertugas untuk mendorong makanan atau minuman ke dalam usus halus. Namun, pada penderita gastroparesis, otot lambung tidak dapat bekerja dengan maksimal, sehingga proses pencernaan makanan pun menjadi lambat.

Gastroparesis biasanya disertai dengan beberapa keluhan, mulai dari cepat merasa kenyang saat makan, perut kembung, mual, nyeri ulu hati, hingga memuntahkan makanan yang belum tercerna sempurna. Gastroparesis diduga terjadi akibat rusaknya saraf yang mengontrol otot lambung. Penyakit lambung satu ini juga lebih berisiko terjadi pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti amiloidosis, diabetes, dan skleroderma.

Kanker lambung


Penyakit pada lambung yang juga perlu diwaspadai adalah kanker lambung. Pasalnya, kanker lambung jarang menimbulkan gejala yang spesifik pada stadium awal, sehingga baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

Penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko kanker lambung, seperti obesitas, konsumsi makanan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, dan jarang berolahraga.

Kamu dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit pada lambung. Dianjurkan untukmu menjalani gaya hidup sehat, mulai dari memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menjaga berat badan tetap ideal, hingga membatasi konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, seperti gorengan dan alkohol.

Tak hanya itu, kamu juga sebaiknya mencuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebelum memasak dan makan untuk mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit lambung ke dalam tubuh. (dgs)

Baca Juga:

Gangguan Tidur Tingkatkan Risiko Stroke

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan