Headline

Kunjungi Korban Gempa Lombok, Mahfud MD Puji Relawan Asal Inggris

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 08 September 2018
Kunjungi Korban Gempa Lombok, Mahfud MD Puji Relawan Asal Inggris

Mahfud MD bersama relawan asal Inggris James Cameron Morris (tengah) di Lombok Utara (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Mahfud MD melewatkan akhir pekannya dengan mengunjungi para korban gempa Lombok di Dusun Cupek, Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menemui para pengungsi khususnya anak-anak yang terpaksa belajar di tenda-tenda darurat.

Kedatangan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu untuk melihat secara langsung kondisi terkini warga, khususnya proses belajar siswa di tenda darurat pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, sejak akhir Juli hingga Agustus 2018.

Melihat kondisi tersebut, Mahfud mengaku proses belajar mengajar sangat penting bagi anak-anak korban karena sekaligus menjadi cara utama untuk pemulihan trauma.

Mahfud MD bersama anak-anak pengungsi
Mahfud MD bersama anak-anak pengungsi korban gempa Lombok (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

"Yang paling pokok sekarang kalau untuk anak-anak trauma healing. Kemudian tempat penampungan belajar seperti ini. Sekolah darurat karena mereka belum bisa sekolah dengan normal," ujar mantan Menteri Pertahanan ini di Lombok Utara, Sabtu, (8/9).

Mahfud MD mengatakan, pemulihan trauma bagi korban gempa, khususnya para siswa di sekolah darurat tersebut, merupakan salah satu kebutuhan jangka pendek yang harus diterima korban gempa.

Melalui akun twitternya, @mohmahfudmd, Guru Besar UII Yogyakarta ini memuji salah seorang relawan asal Inggris yang membantu anak-anak pengungsi korban gempa Lombok.

"Rasa kemanusiaan tak mengenal sekat negara, ras, dan agama. Lihatlah James Cameron Morris (tengah) yg datang dari Inggeris utk menjadi relawan di lokasi gempa bumi di Cupek, Tanjung, Lombok. Dia mengajar di sekolah darurat utk anak2 korban gempa yg sekolah dan rumahnya hancur," cuit Mahfud MD.

Ia berharap, proses rehabilitasi gempa Lombok bisa berjalan cepat. Sebab, jika proses jangka pendek ini sudah berjalan baik, dan para siswa sudah bisa kembali bersekolah seperti sebelumnya dengan bangunan yang nyaman dan aman, maka masuk ke proses jangka panjang berupa rehabilitasi bangunan dan rumah warga.

"Untuk jangka panjang perlu bantuan-bantuan yang sifatnya materiil juga, baik untuk makanan maupun rehabilitasi rumah-rumah yang hancur," kata Mahfud sebagaimana dilansir Antara.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Provinsi Jawa Barat Ekspor Kopi dan Teh ke Inggris

#Mahfud MD #Gempa Lombok #Pengungsi #Nusa Tenggara Barat (NTB)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
MK Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini 5 Skenario yang Muncul
Putusan MK ijazah Gibran dibacakan 6 Oktober 2026. Mahfud MD dan Zainal Arifin Mochtar membeberkan sejumlah kemungkinan putusan.
ImanK - Selasa, 06 Oktober 2026
MK Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini 5 Skenario yang Muncul
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
KPK Buka Suara soal Usulan Mahfud MD Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Masih Pantau Penyidikan
KPK buka suara soal usulan Mahfud MD ambil alih kasus Febrie Adriansyah. KPK masih memantau penyidikan.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
KPK Buka Suara soal Usulan Mahfud MD Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Masih Pantau Penyidikan
Indonesia
Aparat Hukum Diduga Korupsi, Mahfud Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Hukum
Aada produk hukum yang baik dan ada pula yang buruk, bergantung pada apakah proses pembentukannya mengikuti prinsip-prinsip pembentukan hukum yang benar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Aparat Hukum Diduga Korupsi, Mahfud Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Hukum
Indonesia
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Pengungsi tiduran di tepi jalan dengan menggunakan karpet. Barang-barang yang ada di sekitar mereka, yakni tas, galon berisi air mineral serta bantal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Olahraga
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Erick menjelaskan bahwa penetapan Jakarta sebagai provinsi penunjang telah memiliki payung hukum setelah disahkan melalui Rapat Kerja Nasional Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Bagikan