Kronologis Dua Pesilat Tewas Diamuk Bonek

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 01 Oktober 2017
Kronologis Dua Pesilat Tewas Diamuk Bonek

Ilustrasi (Gettyimages)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bentrok antara massa suporter bonek dengan sekelompok orang dari perguruan pencak silat berakhir maut. Dua korban meninggal dunia saat it, bahkan, motornya juga hangus dibakar.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela.

"Memang ada gesekan antara suporter dengan massa pencak silat. Dua anggota pencak silat ada yang meninggal dunia. Tapi, awal dari kejadian itu, masih kita selidiki." katanya, Minggu (1/10)

AKBP Leonard mengatakan, bentrok diduga karena antara dua kubu sama-sama tak mau mengalah saat melewati perlintas wilayah Tandes-Balung Sari Surabaya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, dari beberapa informasi yang diperoleh di sekitar kejadian, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (29/9) malam.

"Ada rombongan suporter bonek yang pulang sehabis menyaksikan pertandingan antara Persebaya dengan Persigo Semeru di Gelora Bung Tomo Surabaya," jelasnya.

Sampai di perlintasan Tandes, kata Leonard, para suporter ini berpapasan dengan rombongan pencak silat yang berjumlah sekitar 50 orang.

"Di perlintasan itu mereka berpapasan. Sama-sama nggak mau ada yang ngalah. Akhinya ada salah satu yang adu jotos dan merembet ke lainnya." ungkapnya.

Akibatnya, kedua massa saling bentrok di lokasi. Hanya berselang 10 menit, bonek yang awalnya hanya puluhan, banyak yang kembali ke lokasi tawuran hingga berjumlah ratusan.

Naas, dua anggota pencak silat ada yang ketahuan lari dan dikejar hingga tertangkap suporter. Akibatnya, dua korban meninggal yang diduga dari anggota pencak silat adalah, Eko Kristanto (25), warga Tlogo Rejo Bojonegoro, dan Aris (20) warga Sidorejo sari, Bojonegoro. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Tembak Mati Dua Rampok, Anggota Pasukan Katak Dapat Penghargan Polisi

#Surabaya #Bonek #Perkelahian #Tawuran #Tawuran Pemuda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Indonesia
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Indonesia
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
MI Raudlotul Athfal Karisma di Menteng terapkan PJJ pasca bentrokan Jalan Tambak. Camat Menteng pastikan keamanan dipantau, warga diminta tidak terprovokasi. Satu korban tewas, satu kritis di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Indonesia
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
DPRD DKI Jakarta soroti bentrok berdarah di Matraman. Anggota Komisi A PSI Kevin Wu minta Pemprov perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM untuk cegah konflik sosial.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Bagikan