MerahPutih.com - Meski wacana gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai mencuat, dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomian global semakin nyata.
Penutupan jalur pelayaran utama dunia di Selat Hormuz memicu kelangkaan pasokan minyak global, termasuk di negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Baca juga:
Cerita Pakistan Menjadi Penengah AS dan Iran untuk Kesepakatan Gencatan Senjata
Status Darurat Nasional 15 Hari
Madagaskar menjadi salah satu negara yang terdampak langsung. Pemerintah setempat menetapkan keadaan darurat energi selama 15 hari untuk mengatasi krisis pasokan yang semakin parah.
Komunike Kepresidenan Madagaskar menyatakan penetapan status darurat ini memungkinkan implementasi langkah cepat dan terarah guna memulihkan pasokan energi, menjaga layanan publik esensial, serta memastikan kelancaran fungsi ekonomi nasional.
“Situasi ini dikaitkan secara khusus dengan dampak dari konflik di Timur Tengah, yang mengganggu pasokan energi dan layanan publik di Madagaskar,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Madagaskar, dilansir Antara, Rabu (8/4).
Baca juga:
Harga Minyak Mentah Dunia Turun Setelah Pengumuman Gencatan Senjata AS dan Iran
Stok Minyak Habis Sejak Maret
Media lokal melaporkan sejak pertengahan Maret, stasiun pengisian bahan bakar umum di Madagaskar mengalami keterbatasan kapasitas penyimpanan dan kelangkaan stok sementara.
Krisis energi di Madagaskar telah berdampak pada ketertiban umum, keamanan, dan stabilitas institusional. Pasokan minyak bumi olahan di negara tersebut sangat bergantung pada impor, terutama dari Oman.
Baca juga:
Krisis Energi Selat Hormuz, Filipina Negara Pertama Tetapkan Status Darurat Nasional
Pemerintah Madagaskar menegaskan komitmennya untuk mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan agar dampak terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalkan dengan dikeluarkan penetapatan status darurat nasional ini. (*)