KRI Teluk Lada-521 Terus Bayangi KM Mina Sejati

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 19 Agustus 2019
KRI Teluk Lada-521 Terus Bayangi KM Mina Sejati

KRI Teluk Lada-521. (ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Personel TNI AL di KRI Teluk Lada-521 berupaya membantu menyelamatkan korban pertikaian yang terjadi di dalam KM Mina Sejati, di perairan Dobo, Kepulauan Aru, Maluku.

"Mereka terus menempel dan membayangi KM Mina Sejati yang mematikan radionya dan tidak membalas komunikasi lain," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Zaenal, Senin (19/8).

Baca Juga: TNI AL Resmi Terima Lima Helikopter AKS dan Satu Unit CN235-220 MPA Buatan Anak Bangsa

Sementara, upaya penyelamatan oleh personel KRI Teluk Lada-521 dilaksanakan secara persuasif. Hal tersebut dilakukan guna menghindari berbagai hal buruk yang dapat terjadi. Terlebih kondisi gelombang kini bisa mencapai sekitar tiga meter.

Zaenal juga mengklarifikasi soal adanya kabar menyebut bahwa bahwa KM Mina Sejati, kapal penangkap cumi-cumi dibajak oleh ABK-nya sendiri.

"Hal itu tidak benar, karena latarnya adalah perkelahian alias pertikaian antar ABK kapal ikan itu, bukan pembajakan oleh pihak di luar kapal itu. Apa sebab-musabab perkelahian itu, kami belum mengetahui secara persis," katanya.

KRI Teluk Lada-521 (Indomiliter)

KM Mina Sejati diketahui tengah ditimpa masalah pada Jumat (16/8) petang menjelang malam. 13 orang yang turut dalam pelayaran KM Mina Sejati menceburkan diri ke laut setelah perkelahian bersenjata tajam itu terjadi.

"Dua meninggal dunia dan tiga selamat ditolong ABK KM Gemilang yang berlayar di dekat KM Mina Sejati dan secara total ada 11 orang yang selamat," kata Zaenal.

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL KRI Teuku Umar Cegat Kapal Ikan Vietnam

Penelusuran lebih lanjut mendapati bahwa di dalam KM Mina Sejati terdapat 36 orang termasuk seorang nakhoda kapal. "Diketahui bahwa ada lima ABK yang menyulut perkelahian dan saat ini masih ada 15 orang di dalam kapal itu," ujarnya dikutip Antara.

Atas informasi itulah maka tim penyelamat dari KRI Teluk Lada-521 tengah berupaya untuk merapat dan menaiki KM Mina Sejati guna membebaskan korban pertikaian bersenjata di dalam kapal itu. "Tengah disiapkan tim VBSS, namun harus waspada mengingat faktor cuaca dan gelombang laut serta kemungkinan lain yang bisa terjadi," kata Zaenal. (*)

#TNI AL #Kapal Laut #Pembajakan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Serbuk Emas Rp 2,9 Miliar, Disembunyikan di Tubuh WNA India
Modus pelaku sebuk emas dimasukan dalam tubuh pelaku. Serbuk emas tersebut dikemas ke dalam tiga buah alat kontrasepsi, kemudian dimasukkan ke dalam tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Serbuk Emas Rp 2,9 Miliar, Disembunyikan di Tubuh WNA India
Indonesia
Dirut ASDP Belum Ungkap Penyebab Terbakarnya KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar
Heru menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi dan menegaskan keselamatan penumpang serta awak kapal
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Dirut ASDP Belum Ungkap Penyebab Terbakarnya KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar
Indonesia
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya dan tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Indonesia
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Sebanyak 752 prajurit TNI AL resmi menyandang baret ungu Korps Marinir usai jalan kaki 350 km dalam Pendidikan Komando Angkatan ke-180 di Malang!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Indonesia
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Pada operasi SAR hari ke-18, ia menyebut unsur laut diperkuat 11 kapal, unsur udara tiga helikopter, dan unsur darat menyiapkan 42 unit ambulans yang siap melaksanakan tugas
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Sebanyak 400 personel TNI Angkatan Laut disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Berita Foto
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Indonesia
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Bagikan