MerahPutih.com - Pencarian bangkai KMP Mutiara Sentosa II saat ini menjadi tantangan utama dalam investigasi penyebab kebakaran kapal tersebut karena diduga sudah tenggelam di kedalaman sekitar 50 meter.
"Idealnya harus menemukan bukti sedetail mungkin untuk mendukung analisis kami, terutama terkait kondisi kapal ini," kata Investigator Keselamatan Pelayaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Aleik Nurwahyudy di Gedung Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Selasa (4/8).
Ia mengatakan, bukti tersebut diperlukan untuk mendukung analisis penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Namun, , upaya itu tidak mudah karena tim investigasi harus lebih dahulu menemukan lokasi bangkai kapal yang diduga telah tenggelam.
Kondisi kapal saat ini diduga sudah tidak lagi berada di permukaan laut sehingga tim harus memastikan posisi bangkai kapal sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, lanjutnya, proses tersebut juga dipengaruhi kondisi perairan di lokasi penemuan kapal.
Baca juga:
Laka Kapal Terus Berulang, DPR Sebut sebagai Indikator Kerapuhan Keselamatan Pelayaran Nasional
Jika bangkai kapal berada di dasar laut, investigasi harus dilakukan pada kedalaman sekitar 50 meter sehingga membutuhkan perencanaan dan dukungan teknis yang memadai.
Untuk kondisi saat ini, ada kemungkinan kapal sudah tidak ada di permukaan lagi. Ini yang jadi tantangannya berat investigasi,
ujarnya.
Aleik menambahkan. investigasi kemungkinan membutuhkan sumber daya yang lebih besar dibandingkan pemeriksaan biasa, termasuk dukungan berbagai instansi untuk membantu proses pencarian dan pemeriksaan bangkai kapal.
Resourcenya kemungkinan akan lebih banyak lagi yang dibutuhkan. Dukungan dari berbagai pihak akan dibutuhkan,
tuturnya.