MerahPutih.com - Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin kebakaran saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8) dini hari WITA.
Kapal itu terbakar saat sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga:
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Kronologi KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi mengatakan, insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.
Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.
kata Hariyadi
Kondisi 33 penumpang dievakuasi dilaporkan dalam keadaan sehat. Berdasarkan data manifes, KMP Putri Yasmin membawa 114 penumpang dan 17 awak kapal.
Ia menyebutkan, mengingat situasi yang darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar.
Baca juga:
KNKT Kesulitan Investigasi Penyebab Kapal Mutiara Sentosa Jika Bangkai Kapal Tidak Ditemukan
KN SAR Arjuna Evakuasi KMP Putri Yasmin di Selat Lombok
Hariyadi mengungkapkan, Kantor SAR Denapsar turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi dan juga mengerahkan helikopter dari SGi Air Bali untuk pantauan yang lebih luas melalui udara.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Hariyadi.
Selain itu, ia menegaskan operasi SAR tersebut melibatkan sinergi dari berbagai unsur antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.
"Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi," sambung Hariyadi. (knu)