Hobi

Kreatif di Masa Pandemi, Kos-Kosan Disulap Jadi Studio Foto

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 01 November 2020
Kreatif di Masa Pandemi, Kos-Kosan Disulap Jadi Studio Foto

Pandemi bukan jadi halangan untuk tetap kreatif. (Foto: Unsplash/J. Kelly Bruto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP kejadian, pasti ada hikmahnya. Ya, pernyataan ini tampaknya cocok bagi Ruby Gunawan, mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas ternama di Tangerang.

Siapa sangka, pandemi COVID-19 justru membuat ia dan temannya jeli melihat peluang untuk membuka jasa food photography. Bagaimana cerita Ruby?

Sama seperti kebanyakan anak muda lainnya, di masa awal pandemi, Ruby kerjaannya cuma rebahan, scroll media sosial sampai ketiduran, dan ikut kelas online seminggu sekali. Sisanya? Nganggur. Kira-kira, seperti itu gambaran Ruby selama kurang lebih tiga bulan masa awal pandemi.

Baca juga:

Iklanin Usaha Lewat Online Dating, Mengapa Tidak?

Ruby punya hobi fotografi dan hasil fotonya pun bisa dibilang memuaskan. Selain jadi “mahasiswa kura-kura” alias kuliah rapat-kuliah rapat, Ruby juga menjadi freelance fotografer di beberapa kesempatan, seperti wedding, dekorasi, dan acara-acara lainnya. Namun, semua itu sirna ketika pandemi datang mengharuskan Ruby menetap di kosannya.

"Gara-gara pandemi COVID-19, gue jadinya pulang ke rumah di Lampung pas April kemarin," kata Ruby.

Kreatif di Masa Pandemi, Kosa-Kosan Disulap Jadi Studio Foto
Kerjaan Ruby hanya mengikut kelas online seminggu sekali. (Foto: Unsplash/Dan Dimmock)

Seperti yang kita ketahui, banyak orang yang membuka bisnis makanan di masa pandemi, terlebih frozen food. Peluang semacam inilah yang kemudian dilihat Ruby agar ia tetap “waras” dengan hobi fotonya. Ia pun membuka bisnis food photography bersama teman karibnya di Lampung.

"Yes, betul banget. Kita melihat adanya peluang dari banyaknya orang yang menjual makanan rumahan dengan sistem PO dari Instagram. Sehingga dalam penjualan online, perlu foto yang menarik juga," tuturnya.

Two Food Photos, begitu nama bisnis Ruby dan seorang temannya ketika berada di kampung halaman. Tutupnya beberapa tempat, termasuk studio foto, bukan jadi halangan bagi bisnis mereka. Dengan adanya pandemi, ide kreatif mereka muncul untuk menyulap rumah mereka menjadi studio foto mini.

"Hampir semua dikerjain di rumah. Ada klien yang mengirimkan makanannya ke rumah gue, terus kita foto di rumah, atau kita yang ke rumah kliennya. Tidak ada menyewa studio," kata Ruby.

Baca juga:

Tetap Waras, Lebih Baik Jangan Tengok Teman yang Baru Bersalin

Beberapa bulan kemudian, Ruby akhirnya kembali ke kosannya di Tangerang. Bisnis mereka pun masih tetap berjalan. Yang berbeda adalah kini ia menggunakan kos-kosannya sebagai studio foto.

Hasil fotonya pun berhasil bikin perut keroncongan. Warna dan detail dari setiap produk ditangkap menggunakan Sony A7II dengan lensa 90mm f2.8 macro, 50mm f1.2, dan lightning. Uniknya, suasana yang ditampilkan seolah-olah disetup secara profesional seperti studio foto.

Berkat kejeliannya melihat peluang, Ruby pun berhasil menarik perhatian 15 klien dalam satu bulan. Lumayan untuk kantong mahasiswa tingkat akhir.

"Kita semua mengacu pada bayar suka-suka. Karena awal tujuannya memang untuk membantu para penjual makanan online yang baru. Dan untuk mempromosikan karya foto saya dan teman saya," tuturnya.

Penetapan harga bisa dibilang menjadi kendala bagi Ruby. Ia merasa kesulitan untuk menentukan harga fotonya untuk setiap klien. Dengan kerendahan hati Ruby, bahkan ada beberapa klien yang menggunakan jasanya kembali.

"Gila, puas banget sih sama hasil fotonya Ruby dan temannya. Pas saya liat hasilnya malah saya jadi ikutan lapar, padahal jualan saya sendiri. Bisnis saya malah jadi makin laku pas lihat hasil fotonya Ruby," kata salah satu klien Ruby.

Seiring berjalannya waktu, Ruby sekarang ini juga menjalani bisnis jualan kaus polos dan sudah menerima beberapa kali pesanan.

"Setelah menjalankannya, ya gue merasa jadi lebih “waras”, bertemu lagi dengan teman-teman dan menjalin relasi baru," tutupnya.

Kreatif di Masa Pandemi, Kosa-Kosan Disulap Jadi Studio Foto
Berawal dari hobi yang kemudian jadi bisnis. (Foto: Unsplash/William Bayreuther)

Cerita Ruby di masa pandemi membuktikan bahwa ada sisi positif dari setiap kejadian. Ruby, yang tadinya hanya mahasiswa tingkat akhir suka rebahan dan belum pernah berbisnis, kini malah sibuk dengan bisnis dan skripsinya.

Ada banyak ide kreatif yang justru muncul di saat sedang mepet. Enggak perlu dari hal ribet, cukup mengandalkan hobi dan kelebihan lain yang kamu punya. Sisanya, bergantung bagaimana kamu sebagai pelaku untuk mau memulai atau hanya asyik dengan gawaimu. (and)

Baca juga:

Jaga Kewarasan, Bangun Aquascape

#November Berani Baru #COVID-19 #Fotografi #Hobi #Inspirasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
PFI Gelar Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026, Bangkitkan Semangat Berkarya di Tengah Kelesuan Industri Media
Anugerah Pewarta Foto Indonesia merupakan ajang penghargaan paling bergengsi untuk insan wartawan foto di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
PFI Gelar Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026, Bangkitkan Semangat Berkarya di Tengah Kelesuan Industri Media
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Tekno
Xiaomi 15T Series Hadir, Masih Yakin Mau Bawa Kamera Berat Saat Traveling?
Xiaomi 15T Series mengusung Leica Summilux optical lens dengan dukungan dua Leica photographic styles yakni Leica Authentic Look dan Leica Vibrant Look
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
Xiaomi 15T Series Hadir, Masih Yakin Mau Bawa Kamera Berat Saat Traveling?
Fun
Sony A7 V Meluncur dengan Sensor 33 MP dan AI Canggih, Intip Keunggulannya
Sony A7 V hadir dengan sensor 33 MP, prosesor BIONZ XR2 berbasis AI, video 7K oversampled, dan autofocus canggih. Rilis Desember 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Sony A7 V Meluncur dengan Sensor 33 MP dan AI Canggih, Intip Keunggulannya
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Bagikan